Dokumen Penawaran Tender Tidak Bersifat Rahasia…


Demonstrasi (www.google.co.id)

Peran Aktif Kontraktor dan Masyarakat Bisa Mencegah Kolusi Tender Proyek!

Selama ini banyak pihak yang menganggap bahwa dokumen penawaran yang menang pada saat proses tender proyek dianggap sifatnya rahasia, jadi peserta lelang dan masyarakat tidak boleh melihatnya. Ternyata anggapan seperti itu salah, dan alasan itu hanya akal-akalan oknum panitia tender, supaya proses lelang bisa diatur sesukanya.

Dalam Kepres no 80 tahun 2003, pernyataan rahasia bisa dilihat berdasarkan ketentuan-ketentuan berikut:

Lampiran 1, BAB II, Mengenai Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan

Bunyinya: BAHP bersifat rahasia sampai dengan saat penandatangan kontrak.

Yang dirahasiakan disini adalah Berita Acara yang berisi laporan penilaian panitia yang disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bukan dokumen penawaran dari penyedia jasa. Kerahasian inipun punya batas waktunya, yaitu sampai dengan penanda tanganan kontrak.

Pada tahun 2008, Indonesia sudah mengeluarkan produk hukum baru  mengenai KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK yaitu UU No 14 Tahun 2008, dengan dasar pertimbangannya adalah:

  1. bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional;
  2. bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik;
  3. bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan
    segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik;
  4. bahwa pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi;

Tujuan dibuatnya undang-undang ini antara lain adalah:

  • menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik;
  • mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik;
  • meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik;
  • mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan;
  • mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak;

Menurut Hierarki peraturan perundang-undangan Indonesia dari mulai tertinggi sampai terendah, sesuai UU No 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, yaitu:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945
2. Undang-Undang (UU) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
3. Peraturan Pemerintah (PP)
4. Peraturan Presiden (Perpres)
5. Peraturan Daerah (Perda), yang secara berturut-turut yaitu:
a. Perda Provinsi
b. Perda Kabupaten/Kota
c. Peraturan Desa

Oleh sebab itu sesuai dengan tata urutan peraturan ini, maka setiap aturan hukum yang lebih rendah tidak boleh bertentangan  dengan aturan hukum yang lebih tinggi. Kerahasian yang tercantum dalam Keppres No 80 Tahun 2003 menjadi tidak berlaku lagi kerena bertentangan dengan UU No 14 Tahun 2008. (Not: UU No 14 Tahun 2008 mulai berlaku 1 Mai 2010)

Untuk proses tender tahun ini apabila ada kontraktor yg merasa dirugikan oleh panitia tender, maka dalam sanggahannya kontraktor boleh minta diperlihatkan dokumen penawaran perusahaan yang dimenangkan, bila ada alasan yang sesuai. Semoga dengan transparansinya aturan, tindakan kolusi dalam proses tender bisa diminimalisir serendah mungkin. Undang-undang ini memberikan peran yg besar kepada masyarakat untuk mengawasi penyelenggara negara, dalam rangka mewujudkan TATA KELOLA PEMERINTAH YANG BAIK (Good Governance).

Demikian, semoga bermamfaat…

2 thoughts on “Dokumen Penawaran Tender Tidak Bersifat Rahasia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s