Diputus Bebas, Chaerul Dapat Menuntut Ganti Kerugian


Chairul Saleh (Primair Online)

Chaerul Saleh Nasution, pemulung yang didakwa memiliki ganja  seberat 1,68 gram,  yang menjeratnya dengan dakwaan Pasal 78 Ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 1997 yang dituntut  satu tahun penjara dan denda Rp 3 juta akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, senin (3/5). Ia dibebaskan karena tuntutan jaksa penuntut umum tidak dapat diterima lantaran dibuat atas dasar penyidikan yang tidak sah.

Chaerul ditangkap dan ditahan Kepolisian Sektor Kemayoran sejak 3 September 2009, sudah dirugikan selama 6 bulan (proses hukum, red), bisa mengajukan ganti rugi dan rehabilitasi. Dalam kasus pidana, seorang tersangka, atau terdakwa dapat menuntut ganti kerugian kepada instansi yang berwenang (praperadilan).

Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan untuk untuk mengajukan permohonan ganti kerugian:

1). Penangkapan yang tidak sah. Dapat diketahui dari:

  • Tidak adanya surat tugas dan surat perintah penangkapan yang resmi dan sah;
  • Tidak adanya dugaan keras terhadap tersangka sebagai pelaku tindak pidana yang sedang disidik dan dugaan yang keras tersebut tidak dilengkapi dengan bukti permulaan yang cukup;
  • Penangkapan paling lama hanya 1 hari;
  • Penangkapan terhadap pelanggaran, baru dapat dilakukan setelah dipanggil secara sah dua kali berturut-turut;
  • Tembusan surat perintah penangkapan diberikan kepada keluarganya.

2). Penahanan yang tidak sah

  • Penahanan harus didasarkan adanya dugaan keras sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup;
  • Penahanan dilakukan dengan surat perintah (oleh penyidik/penuntut umum atau penetapan (oleh pengadilan);
  • Penahanan hanya dapat dilakukan kepada tindak pidana dengan ancaman hukumannya pidanan penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  • Penahanan hanya dapat dilakukan terhadap tindak pidana yang dirinci dalam pasal 21 ayat (4) huruf b KUHAP;
  • Penahanan tidak melebihi masa penahanan sesuai dalam pasal 23, pasal 24, pasal 25, pasal 26, pasal 27, pasal 28 dan pasal 29 KUHAP
  • Penahanan tidak melampaui hukuman yang dijatuhkan.

3). Tindakan lain tanpa alasan undang-undang. Semisal adanya kerugian yang  ditimbulkan akibat memasuki rumah.

4). Dituntut dan diadili tanpa alasan undang-undang. Hal ini dapat dilihat dari:

  • Surat dakwaan batal demi hukum;
  • Dakwaan jaksa tidak dapat diterima;
  • Apa yang didakwakan tanpa didukung alat bukti yang sah;
  • Apa yang didakwakan bukan merupakan kejahatan atau pelanggaran;
  • Apa yang didakwakan tidak sesuai dengan tindakan yang dilakukan
  • Adanya kekeliruan mengenai orangnya.

5). Penghentian penyidikan atau penuntutan.

Sumber:  Primair Online

2 thoughts on “Diputus Bebas, Chaerul Dapat Menuntut Ganti Kerugian

  1. yup, menurut ku juga demikian. disamping hal hal ganti rugi diatas, korban kekeliruan tuntutan jaksa umum ini – Chaerul Saleh Nasution bisa mengajukan satu lagi tindakan ” mengembalikan nama baik ”, biasanya dapat dimohonkan pada Pengadilan ybs dengan menempatkan pengembalian nama baik pada halaman muka koran terkenal di Indonesia
    tindakan ini disebut ” rehabilitasi nama baik yang tercemar ”.
    banyak sekali kegunaannya bagi ybs, yaitu mengembalikan kepercayaan diri ditengah2 masyarakat dan sebaliknya.

    • Menurut saya juga demikian, dan tuntutan tsb sangat penting demi penegakan hukum dan mencegah perbuatan semena-mena bagi masyarakat kecil…
      Semoga kasus Chaerul Saleh bisa jadi contoh terhadap tegaknya keadilan di negeri ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s