Berharap Susno Mendapat Keadilan


Gugatan Praperadilan

Dalam mekanisme hukum acara pidana Indonesia kita mengenal istilah praperadilan. Praperadilan adalah wewenang pengadilan negeri untuk memeriksa dan memutus tentang sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan, serta ganti kerugian dan atau rehabilitasi menurut cara yang diatur dalam undang-undang hukum acara pidana.

Dalam memeriksa dan memutus tentang sah atau tidaknya penangkapan atau penahanan, maka hakim akan mendengar keterangan baik dari tersangka atau pemohon maupun dari pejabat yang berwenang.

Dalam hal putusan menetapkan bahwa sesuatu penangkapan atau penahanan tidak sah, maka penyidik atau jaksa penuntut umum pada tingkat pemeriksaan masing-masing harus segera membebaskan tersangka. Apabila putusannya menetapkan bahwa suatu penangkapan atau penahanan tidak sah, maka dalam putusan dicantumkan jumlah besarnya ganti kerugian dan rehabilitasi yang diberikan.

Menurut KUHAP, untuk menangkap seseorang yang diduga keras melakukan tindak pidana, harus berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Sementara untuk menahan seseorang, selain karena sudah memenuhi cukup bukti, juga karena adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Susno Duadji, resmi menjadi tersangka terkait kasus pertikaian investasi pembudidayaan ikan arwana di Pekanbaru, Riau. Susno diduga menerima suap atau gratifikasi dari Haposan Hutagalung (mantan pengacara Gayus) melalui Sjahril Djohan (mantan diplomat) sebesar Rp500 juta.

Pengacara Susno, Henry Yosodiningrat menjelaskan penyidik mengatakan memiliki tiga saksi yang dapat membuktikan kliennya menerima uang Rp500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan. Ketiga saksi itu adalah Sjahril, Haposan, dan penyidik AKBP Sjamsul Rizal.

Penyidik mengatakan saat penyerahan uang Rp500 juta itu ada yang melihat yaitu Sjamsul Rizal. Pada saat menerima uang tsb, Susno mengenakan sarung, dan sedang menggendong cucunya (mediaindonesia.com Senin, 10 Mei 2010)

Opini Penulis

Dalam gugatan praperadilan Susno, penulis yakin bahwa hakim akan mengabulkan gugatan tsb. Alasan penyidik dalam menangkap dan menahan susno atas dasar pengakuan saksi sangatlah lemah.

Menurut KUHAP, keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan disidang pengadilan, bukan pada saat penyidikan. Keterangan saksi atau ahli yang tidak disumpah atau mengucapkan janji, tidak dapat dianggap sebagai alat bukti yang sah, tetapi hanyalah merupakan keterangan yang dapat menguatkan keyakinan hakim.

Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa alat bukti yang disampaikan oleh penyidik sangatlah lemah dan tidak bisa dijadikan dasar untuk penangkapan dan penahanan. Berita Acara Pemeriksaan Saksi (BAP) juga tdk diberikan maupun dibacakan, hal tsb semakin mengaburkan alat bukti, karena ada kemungkinan kesaksian mereka diambil bukan dibawah sumpah.

Atas dasar itu, maka penulis berharap pengadilan akan mampu menegakkan keadilan kepada Susno…

2 thoughts on “Berharap Susno Mendapat Keadilan

  1. saya juga berharap demikian, semoga Pengadilan menjalankan tugas dengan baik. pak Susno D sudah membuka pernyataan jadi tegasnya jangan ditutupi atau malah dipersulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s