Anggota Dewan Dicurigai di Balik Proyek Asal-asalan


Depok, RMOL. Proyek pekerjaan jalan yang digelar oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM dan SDA) Kota Depok, tampak banyak dikerjakan secara asal-asalan.

Parahnya lagi, tim pengawas lapangan dari Bina Marga (BM) dan Konsultan Pengawas yang seharusnya dapat mengawasi jalannya pengerjaan proyek, justru terkesan tutup mata meskipun tahu bahwa pekerjaan proyek-proyek tersebut banyak yang amburadul.

Salah satu contohnya terlihat dalam pekerjaan betonisasi di Jalan Raya Dongkal, Cimanggis, Depok senilai Rp 319.929.920, yang dilaksanakan oleh CV Tiorasi Jaya dan konsultan pengawasnya adalah PT Hubah Reka Konsultan. Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka Online, terlihat bahwa pekerjaan itu dikerjakan dengan asal-asalan dan terkesan jarang diawasi oleh tim monitoring dari BM dan pengawas konsultan.

Buktinya, saat Rakyat Merdeka Online berada di lapangan, para pekerja yang sedang bekerja mengatakan bahwa penanggung jawab pekerjaan proyek tersebut sedang tidak berada dilokasi pekerjaan. “Bos nya tidak ada mas. Penanggung jawab lapangan juga tidak ada. Yang ada cuma kulinya saja. Kalau si bos biasanya datang siang hari, sekitar jam 11.00 WIB. Kalau malam begini, si bos jarang datang”, ujar pekerja  yang ditemui dilapangan.

Dari hasil pantauan di lapangan, diketahui bahwa pelaksana proyek (CV Tiorasi Jaya) terkesan sengaja untuk tidak memasang nama papan proyek pekerjaan tersebut di bedeng (direksi kit). Selain itu, ketebalan pekerjaan betonnya juga hanya terlihat berkisar antara 15-17 cm saja.

Sewaktu memasang besi doel, para pekerja juga terkesan sengaja memasangnya dengan posisi dirubuhkan. Tidak hanya itu, besi doel itu juga sengaja diinjak supaya amblas dan tidak terlihat mencuat ke permukaan. Hal ini disebabkan karena ketebalan dari pekerjaan itu kurang dari yang seharusnya (20 cm).

Ketika dikonfirmasi mengenai kekurangan ketebalan pekerjaan itu, Kepala Dinas BMSDA Kota Depok, Yayan Arianto menegaskan bahwa kekurangan hasil cordil tidak akan dibayar. “Mengenai petugas monitoring dan Konsultan Pengawas yang terkesan tutup mata terkait dugaan pelanggaran yang terjadi, juga akan kami evaluasi,” tegas Yayan, saat diwawancarai, Rabu (7/7).

Lebih jauh mengenai dugaan bahwa pekerjaan betonisasi itu dibekingi oknum anggota DPRD Kota Depok, gencar tersiar kabar bahwa pekerjaan di Jalan Raya Dongkal Kecamatan Cimanggis itu sarat dengan nepotisme antara kontraktor dengan salah seorang oknum anggota DPRD Kota Depok, Yayan kembali menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengecekan terhadap semua pekerjaan proyek yang di gelar, tanpa terkecuali.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Sitorus yang dikonfirmasi soal dugaan nepotisme itu melalui telepon seluluernya, terkesan mencak-mencak. Padahal Rakyat Merdeka Online hanya ingin menglarifikasi informasi yang berkembang bahwa pekerjaan poyek beton di Jalan Raya Dongkal itu dibekingi oleh oknum anggota DPRD .

“Anda ini wartawan atau penyidik? Kalau wartawan, silakan tulis saja. Kalau perlu anda rekam dong pernyataan dari oknum kontraktor yang mengatakan bahwa saya menjadi bekingannya. Nanti sama-sama kita lapor ke polisi,” jawab Edi dengan nada tinggi, tadi malam, Selasa (6/7).

Fenomena semacam ini sebenarnya sudah lama terlihat di Kota Depok. Bahkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Depok, terutama di Dinas BMSDA pun tahu akan hal-hal semacam ini. Namun karena terkesan dibekingi oleh oknum anggota DPRD, maka para pejabat itu pun terkesan tutup mata atas apapun tindakan yang dilakukan sang kontraktor, meski pekerjaan yang dilakukannya amburadul sekalipun.

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok yang juga selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Depok, Agung Witjaksono menegaskan bahwa tindakan oknum-oknum anggota DPRD yang di duga ikut-ikutan ‘bermain’ proyek ataupun membekingi proyek-proyek yang sedang di gelar adalah tidak dibenarkan. “Silakan ditelusuri dan mohon di cek kebenarannya”, ujar Agung menanggapi.

Sementara itu, pernyataan keras dilontarkan oleh Koordinator Gerakan Masyarakat Membangun Kota Depok (GEMMAD), Kasno. Menurut Kasno, jika benar dugaan bahwa para oknum anggota DPRD Kota Depok melamenjadi beking dan ikut mencari-mencari proyek, ia menilai bahwa tindakan itu telah menyakiti hati rakyat.

“Mereka duduk di kursi empuk dari hasil dan mengatasnamakan rakyat yang tidak mampu,” kata Kasno geram.[ald]

Dikutip dari http://www.rakyatmerdeka.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s