Kredit Tidak Dicairkan, Kontraktor Gugat Bank CIMB Niaga


CIMB Niaga (sukasukaloeaja.blogspot.com)

Jakarta – Perusahaan kontraktor PT Inpar Saka menggugat Bank CIMB Niaga karena pengajuan kreditnya tak juga diberikan guna melakukan pembiayaan jasa tender proyek PLTG Lot II Medan milik PLN.

“Kami menggugat lantaran pengajuan kredit tidak kunjung direalisasikan oleh Bank CIMB Niaga. Meskipun kami telah memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan,” kata kuasa hukum PT Inpar Saka, Nino Sukarno, dalam gugatannya, sebagaimana dikutip, Minggu (15/8).

Menurut Nino, kasus ini berawal saat Inpar Saka mengajukan permohonan fasilitas kredit ke Bank CIMB Niaga. Padahal, keduanya sudah mengikat diri dalam perjanjian kredit No.162/CBG/JKT/08 tertanggal 10 Juli 2008 dan disepakati Bank CIMB Niaga memberikan fasilitas kredit  Pinjaman Transaksi Khusus I (PTKI) sebesar Rp150 miliar dan PTKII sebesar Rp20 miliar

Perjanjian kredit itu diberikan dalam jangka waktu tiga bulan terhitung sejak 10 Juli 2008 sampai 8 oktober 2008. Rencananya dana itu untuk membeli gas turbine (impor) dan membayar pajak yang timbul atas pembelian gas turbine dalam proyek PLTG Lot II Medan.

Ia menambahkan, seluruh persyaratan telah dipenuhi, seperti Komisaris dan Direksi telah mengikat diri sebagai penanggung, menandatangani akta kuasa pencairan klaim asuransi, membayar no go fee, serta menandatangani kontrak dan telah memberangkatkan tema verifikasi dari PT Sucofindo.

Namun sampai batas waktu berakhir perjanjian kredit, Bank CIMB Niaga tidak kunjung mencairkan kredit tanpa alasan yang jelas.

Berulang kali Inpar Saka meminta konfirmasi kepada Bank CIMB Niaga terkait kebutuhannya akan dana tersebut, tak kunjung direspons. Akhirnya, Inpar Saka dikenakan denda keterlambatan atas proyek PLTG Lot II Medan.

Karena itu, dalam tuntutannya, ia meminta ganti rugi materiil dan imateriil sebesar Rp98,7 miliar atas kehilangan potensi keuntungan dari proyek PLTG Lot II Medan dan lain-lainnya.

Sengketa ini sudah mencapai agenda sidang pembuktian di PN Jakpus yang dipimpin oleh Ketua majelis hakim Sugeng Riyono.

Dikutip dari www.primaironline.com

2 thoughts on “Kredit Tidak Dicairkan, Kontraktor Gugat Bank CIMB Niaga

  1. Atika Sunarya dan TV ONE adalah wartawan dan media televisi tolol dan dan bodoh dan harusnya diadili di PN pagi ini karena telah melakukan trial by the press. Atika Sunarya di TV ONE mengatakan bahwa Abu Bakar Ba’asyir “terlibat” aktivitas terorisme dan pendanaan terorisisme di Aceh. Atika Sunarya dan TV ONE tidak mengatakan “diduga/dituduh” terlibat …. Harusnya Atika Sunarya dan TV ONE yang diadlidi di PN.
    Tak ada wartawan dan media di dunia ini yang berani melakukan trial by the press kecuali Atika Sunaray dan TV ONE. Bagaimana mereka tahu Abu Bakar Ba’asyir adalah teroris? Bagaimana Atika Sunarya dan TV ONE serampangan dan berani main tuduh dan mendakwa? Inilah sebuah bangsa yang sakit akibat media di negara ini sendiri yang tidak akurat dan terbawa misi pemfitnahan keji terhadap anak bangsa sendiri, tanpa bukti dan hanya berangkat dari opini yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu. Adalah sembrono dan ketololan TV ONE. Media-media TV Barat yang sangat berani tidak pernah melakukan trial by the press dan selalu mengatakan “diduga” maupun disebut-sebut. Dan bila kita membaca di sebuah sumber penting, misalnya, di Wikipedia saja, tak ada yang berani mengatakan seperti Atika Sunarya dan TV ONE. Wikipedia menulis misalnya bahwa: “Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938; umur 72 tahun), merupakan seorang tokoh Islam di Indonesia keturunan Arab. Ba’asyir juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min. Berbagai badan intelijen menuduh Ba’asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam yang mempunyai kaitan dengan al-Qaeda.” Abu Bakar Ba’asyir membantah karena dia memang bukan teroris. Dia hanya kiyai biasa, punya pesantren, untuk memberikan ilmu agama dan mencari nafkah keluarga dan saudara-saudaranya. Kami adalah wartawan-wartawan investigatif. TV ONE adalah sebuah penyebar kebohongan. Kita harus hati-hati dengan media-media buruk total seperti ini. Atika Sunarya dan TV ONE ternyata adalah wartawan pelanggar kode etik jurnalistik (universal) yang berlaku di seluruh dunia. Negara ini makin hancur karena ulah media-media lokal seperti ini.

  2. Sebuah himbauan menyejukkan. Kita sesama manusia harus saling menghargai dan menghormati. Lihatlah filosofi semut. Kenapa ini perlu, sebab di dunia ini tak ada kebenaran mutlak. Kecuali hukum fisika. Itu juga tidak mutlak penuh. Dan bagi kami orang Cina/Tionghoa, kami orang hanya lebih suka yang klasik yaitu yang ikut Muhammadiyah atau NU. Kami tidak suka yang jenggot2 seperti orang2 PKS, atau orang2 Muslim ektrim lainnya, seperti aliran Maliki, Hambali dan lainnya yang baru “diimpor” ke Indonesia belum lama, dan cenderung ekstrim, ada yang pakai jengot, norak. Ahmadiyah sebetulnya baik dan orang-orangnya tidak ekstrim. Tapi karena baik dan bisa banyak pengikut, maka difitnah dan dijegal bahkan mereka dibunuh. Padahal, negeri ini bukan negara Islam, tapi sekuler berdasarkan Ketuhanan YME seperti pada Pancasila, dasar negara, ini sangat penting. Artinya, orang boleh beragama apasaja memilih aliran apasaja selama tidak melanggar hukum nasional.

    Dan ini soal penting. Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel. Membela sesama manusia di Palestina penting, tapi jangan sampai kita diperalat oleh tokoh-tokoh yang suka mengeksploitasi sentimen sesama manusia atau agama atau etnis untuk kepentingan dia-dia orang.

    Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, padahal, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar. Sekarang SBY baru tahu kalau Tifatul itu tidak berguna. Negara mau dikemanakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s