Negara Rugi, Kontraktor Rugi Karena Panitia Lelang Konyol (1)


Ini adalah pengalaman saya!

Sekitar 2 minggu yll, pada Dinas PU Cipta Karya dan Bina Marga Aceh diumumkan pemenang lelang untuk paket pekerjaan Pembangunan Saluran  Desa. Kebetulan saya menjadi konsultan tender untuk salah satu perusahaan peserta lelang.

Pada paket pekerjaan tsb, ada 15 perusahaan yang ikut memasukkan dokumen penawaran. Hasil pembukaannya menempatkan perusahaan kami sebagai perusahaan dengan penawaran terendah atau urutan terendah nomor 1.

Menurut ketentuan, apabila dokumen penawaran kami memenuhi syarat seperti yang tercantum dalam dokumen lelang, maka yang akan ditunjuk sebagai pemenang adalah perusahaan kami.

Menurut Keppres nomor 80 tahun 2003, Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.

Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:

a) jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;

b) substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa;

c) adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat.

Pengumuman Pemenang

Pada saat pengumuman pemenang, ternyata perusahaan kami tidak ditunjuk sebagai pemenang lelang. Yang ditunjuk sebagai pemenang adalah perusahaan yang nilai penwarannya berada pada urutan terendah peringkat 13 atau tertinggi urutan 3.

Kenapa perusahaan kami, yg nilai penawarannya terendah dan paling menguntungkan negara  tidak ditunjuk sebagai pemenang?

Ada pepatah bijak yg menyatakan bahwa “Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.” Hal itu tdk berlaku buat saya, karena setiap penawaran kalah, saya tidak mendapat bayaran (sesuai dengan iklan).

Oleh sebab itu, saya mempertanyakan penyebab kalahnya penawaran kami. Setelah saya jumpai ketua panitia, ternyata hasil penjelasannya cukup mengecewakan saya.

Menurut ketua panitia, penawaran kami punya beberapa kesalahan, yaitu:

  1. Pada surat penawaran, ada isian yang terlupakan, yaitu kami lupa menulis tanggal diumumkan paket pekerjaan tsb di media, seperti yg tercantum pada format yang dicontohkan.
  2. Sertifikat ketrampilan tenaga teknik yang kami lampirkan, masih berupa surat keterangan.
  3. Pada Pakta Integritas, tidak tercantum tanggalnya.
  4. Surat pernyataan tidak pernah dituntut, tidak kami lampirkan.

Empat kesalahan tersebut, dianggap sangat substansi oleh panitia lelang, sehingga penawaran kami dianggap tidak layak untuk jadi pemenang.

Menilai Penyimpangan yang Bersifat Penting/Pokok/Sangat Substansial

Seperti apakah penawaran yang akan dijadikan sebagai pemenang?

Penawaran yang akan ditunjuk sebagai pemenang adalah penawaran yang memenuhi syarat dengan nilai penawaran yang paling rendah dan responsif.

Apakah penawaran kami tidak memenuhi syarat?

Seperti yg telah dijelaskan diatas, penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok.

Penyimpangan yang bersifat penting/pokok adalah jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan.

Empat butir kesalahan/penyimpangan kami seperti yg disebutkan oleh ketua panitia, bukanlah kesalahan/penyimpanyan yang sifatnya penting/sangat substansi, karena semua kesalahan/penyimpangan tersebut sama sekali tidak akan berefek pada  lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan.

Penjelasannya adalah sbb:

  • Tidak tertulis tanggal diumumkannya paket pekerjaan tsb dimedia.

Menurut ketentuan pada lampiran 1 keppres nomor 80 tahun 2003, hal-hal yang substansi pada surat penawaran (untuk sistem 1 sampul spt pada lelang ini) adalah

1. Surat penawaran ditanda tangani oleh yg berhak, yaitu pemimpin/direktur utama perusahaan atau penerima kuasa yg namanya tercantum di akte pendirian/perubahan atau orang yg berhak lainnya yg bisa dibuktikan dengan dokumen yang otentik.

2. Jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.

3. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa

4. bermaterai, dan bertanggal.

Kesimpulannya:

Tidak tertulisnya tanggal diumumkannya paket pekerjaan tsb dimedia, bukanlah suatu kesalahan/penyimpangan yg penting/pokok.

  • Sertifikat ketrampilan tenaga teknik yang kami lampirkan, masih berupa surat keterangan

Yang terpenting adalah seorang tenaga teknik punya kemampuan/kompetensi yang bisa dibuktikan dengan dokumen otentik yang dikeluarkan oleh institusi yang diakui.

Surat Keterangan yang kami lampirkan adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia sebagai pengganti sambil menunggu siapnya sertifikat asli.

Surat keterangan tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan telah lulus uji kompetensi, dan pada keterangannya menjelaskan bahwa berlakunya surat keterangan tsb, sampai Sertifikat Ketrampilan Kerja yang asli telah dikeluarkan.

Kesimpulannya:

Surat Keterangan sebagai pengganti sertifikat asli adalah SAH

  • Pada Pakta Integritas, tidak tercantum tanggalnya

Pakta integritas adalah surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengguna barang/jasa/panitia pengadaan/pejabat pengadaan/penyedia barang/jasa yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

Pakta integritas dibuat oleh panitia.

Kesimpulan:

1. Yang bertanggungjawab terhadap penulisan tanggal pada pakta integritas bukanlah kontraktor, itu adalah tanggungjawabnya panitia, karena merekalah yang lebih dulu menandatangani pakta integritas tsb.

2. Tidak tercantumnya tanggal pada pakta integritas bukanlah kesalahan yang substansi bagi kontraktor.

  • Tidak terlampirnya Surat pernyataan tidak pernah dituntut.

Tidak adanya Surat Keterangan tersebut bukanlah kesalahan kami, karena surat pernyataan tsb tdk dipersyaratkan dalam dokumen lelang. Hal itu bisa kami buktikan.

Kesimpulan:

Surat keterangan tsb bukan kesalahan/penyimpangan yg substansi, karena tidak dipersyaratkan dalam dokumen lelang.

Penutup

Akibat kesalahan panitia lelang tersebut menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp. 15.848.000,- Angka tsb lebih dari 10 % pagu anggaran. (Pagunya Rp. 149.926.000,-)

Angka tersebut didapat berdasarkan selisih nilai penawaran dari perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang dengan perusahaan kami yang telah mereka kalahkan dengan cara-cara tidak profesional.

12 thoughts on “Negara Rugi, Kontraktor Rugi Karena Panitia Lelang Konyol (1)

  1. ak setuju dg pendapat bapak hendri yg berisi

    “Yg sering terjadi adalah panitia tidak/kurang memahami ketentuan yang berlaku dan prilaku korupsi yg sudah jadi budaya mereka”

  2. Dengan hormat,
    bersama ini saya ingin menanyakan beberapa hal sehubungan dengan proses tender pengadaan barang dan Jasa di Pemerintah :
    1. Dapatkah rekanan di gugurkan karena hal-hal yang berhubungan dengan kesalahan pengetikan, perubahan alamat karena pemekaran wilayah, masa laku ktp yang habis beberapa hari setelah pemasukan dokumen tender, jabatan dalam struktur organisasi, dan kesalahan pencantuman daftar isian kualifikasi berdasarkan surat peryataan kebenaran informasi dokumen walaupun semua dokumen yang di tunjukan asli dan tidak ada yang bermasalah secara prinsipil, jika bisa di gugurkan atau tidak bisa di gugurkan apa landasan hukumnya berdasarkan keppres atau perundang-undangan lain yang berlaku ?
    2. Dapatkah pengalaman kerja perusahaan kecil dalam tender kecil di lakukan pembobotan sehingga melewati nilai passing grade atau tidak melewati passing grade, ataukah cukup membuat perhitungan Kemampuan Dasar (KD) = 5 x NPt pada paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa.
    3. Dapatkah penggunaan persyaratan sertifikasi keahlian produk tertentu dan tenaga kerja minimal lulusan S-1 pada paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa ?

    • 1. Mengenai alamat…
      Pasal 11 ayat (1) huruf (i) Keppres no 80 thn 2003 menyatakan bahwa Persyaratan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan adalah sebagai berikut: memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos;

      Masalah perubahan alamat sifatnya tidak substansi, jaditidak dapat digugurkan…

      Sementara untuk masalah lainnya spt: kesalahan pengetikan, masa laku ktp yang habis beberapa hari setelah pemasukan dokumen tender, dan kesalahan pencantuman daftar isian kualifikasi berdasarkan surat peryataan kebenaran informasi dokumen walaupun semua dokumen yang di tunjukan asli dan tidak ada yang bermasalah secara prinsipil, —> tidak boleh diggugurkan.

      Jabatan dalam struktur organisasi –> utk yg ini agak substansi. Karena biasanya pada jabatan tertentu disyaratkan pengalaman dan sertifikat keahlian.

      Pada lampiran I Keppres no 80 thn 2003, dijelaskan bahwa:
      Untuk pengadaan jasa pemborongan, penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis, apabila:
      Personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan;

      Apabila persyaratan kualifikasi untuk tenaga tekniknya terlalu tinggi, kita bisa protes pada waktu aanwijzing…

      Dari semua itu, yg paling penting adalah pemahaman terhadap kata-kata “MEMENUHI SYARAT”

      Yang paling sering dilakukan oleh panitia lelang, semua kesalahan dianggap TIDAK MEMENUHI SYARAT, padahal bukanlah demikian.

      Menurut keppres no 80 thn 2003, pada bagian Lampirannya dinyatakan:

      (1) PENAWARAN MEMENUHI SYARAT adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.

      4) Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:

      a) jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;

      b) substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa;

      c) adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat.

    • 2. Jawaban ini berdasarkan Keppres no 80 thn 2003 (Kalau Perpres no 54 tahun 2010, saya lupa, jadi harus dilihat lagi…)

      Syarat pengalaman bagi penyedia barang/jasa menurut Keppres no 80 tahun 2003:

      1. Selama 4 (empat) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman menyediakan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak baik di lingkungan pemerintah atau swasta , kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga)
      tahun;

      2. Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil;
      Not: Bidang yg sesuai, misalnya sipil, arsitektur dll…

      3. Memiliki kemampuan pada bidang dan subbidang pekerjaan yang sesuai untuk bukan usaha kecil

      (1) Untuk jasa pemborongan memenuhi KD = 2 NPt
      (2) Untuk pengadaan barang/jasa lainnya memenuhi KD = 5 NPt

      Kesimpulannya adalah pengalaman kerja perusahaan kecil dalam tender kecil tidak boleh dilakukan pembobotan…

    • 3. Untuk masalah tenaga kerja, Persyaratan Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa:

      1). Untuk pekerjaan khusus/spesifik/teknologi tinggi dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus, tenaga ahli spesialis yang diperlukan, atau pengalaman tertentu;

      2). Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;

      Jadi persyaratan sertifikasi keahlian produk tertentu dan tenaga kerja minimal lulusan S-1 pada paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa, di bolehkan kalau memang dibutuhkan, dengan prinsip harus merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar terwujud persaingan yang sehat secara luas.

      Permintaan tersebut tidak boleh dilakukan tanpa dasar, karena semua permintaan persyaratan, panitia lelang terikat oleh:

      1) Prinsip Dasar Keppres no 80 tahun 2003, yaitu Pasal 3

      2) Kebijakan Umum, pada Pasal 4

      3) Prinsip-Prinsip Prakualifikasi dan Pascakualifikasi, pada Pasal 14, terutama pasal (6) dan (7):

      (6) Dalam proses prakualifikasi/pascakualifikasi panitia/pejabat pengadaan dilarang menambah persyaratan
      prakualifikasi/pascakualifikasi di luar yang telah ditetapkan dalam ketentuan Keputusan Presiden ini atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi;

      (7) Persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi yang ditetapkan harus merupakan persyaratan minimal yang
      dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar terwujud persaingan yang sehat secara luas.

    • Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, kunjungan balik nih ceritanya 🙂
      Dari cerita yang dipaparkan, apabila memang kenyataan yang ada sesuai dengan cerita di blog ini, menurut saya panitia tidak dapat menggugurkan penawaran pak Hendri, dan alasan-alasan yang dikemukakan bapak sudah benar sekali, memang hal2 tersebut bukan hal yang prinsip dan tidak menggugurkan panawaran.

      Namun ya itu dia, saya setuju dengan bapak Razali, begitulah kondisi di lapangan selain juga pembinaan jasa konstruksi yang masih lemah, diperparah juga dengan masih banyaknya kualitas panitia pengadaan yang kurang kredibel, belum ditambah dengan masalah2 non teknis lainnya🙂

      Demikian pak Hendri semoga belum puas, agar kita bisa sharing lagi🙂

      Salam tender dari Bogor
      heldi

    • Terima kasih atas atensi dan kunjungannya Mas!

      Inilah penyebab kebocoran anggaran yg paling besar di negara ini dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.

      Kesalahan ini juga disebabkan lemahnya bimbingan teknis dari LKPP pada saat pemberian sertifikasi.

      Saya menilai Bimtek hanya mengajarkan cara2 untuk lulus saja. Bimtek lebih ditekankan pada pembahasan soal-soal, sementara pemahaman thd aturannya sangat kurang.

      Saya harap untuk yg akan datang, pelaksanaan bimtek harus difokuskan pada tata cara evaluasi yg benar. Pemahaman mengenai penyimpangan yang bersifat penting/pokok, harus benar2 dimengerti dan dipahami oleh seluruh peserta, sehingga substansi dari prinsip dasar keppres yaitu efektif, efisien, bersaing, tdk diskriminatif, dan akuntabel, bisa tercapai.

      Untuk Mas Heldi, Saya berharap tulisan-tulisan spt http://heldi.net/2010/07/hal-hal-yang-tidak-menggugurkan-penawaran-tidak-prinsip/ , bisa ditulis lebih banyak lagi.

      Demikian, salam persahabatan dan salam tender dari Aceh!

  3. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, kunjungan balik nih ceritanya 🙂
    Dari cerita yang dipaparkan, apabila memang kenyataan yang ada sesuai dengan cerita di blog ini, menurut saya panitia tidak dapat menggugurkan penawaran pak Hendri, dan alasan-alasan yang dikemukakan bapak sudah benar sekali, memang hal2 tersebut bukan hal yang prinsip dan tidak menggugurkan panawaran.

    Namun ya itu dia, saya setuju dengan bapak Razali, begitulah kondisi di lapangan selain juga pembinaan jasa konstruksi yang masih lemah, diperparah juga dengan masih banyaknya kualitas panitia pengadaan yang kurang kredibel, belum ditambah dengan masalah2 non teknis lainnya🙂

    Demikian pak Hendri semoga belum puas, agar kita bisa sharing lagi🙂

    Salam tender dari Bogor
    heldi
    http://heldi.net

  4. memang kalau kita mengikuti lelang kita harus seperti orang yang paling pinter dalam pembuatan penawaran. Tapi menurut saya yang paling pinter mengevaluasi peawaran adalah panitia lelang yang kadang-kadang harus bener sekali.
    Saran saya kepada anda :
    Hak anda hanya 3 yaitu sanggah, tidak puas dengan jawaban anda bisa sanggah banding dan kalau tidak puas dengan jawaban sanggah banding laporkan kepada institusi yang berwenang. Memang pada akhirnya kalah menang adalah hal biasa. Masalah yang anda hadapi sudah “SANGAT SERING SAYA ALAMI”.
    Kenapa Panitia menggugurkan dari hal yang sepele ?????
    1. karena panitia tidak/kurang memahami ketentuan yang berlaku.
    2. Karena panitia bukan yang membuat penawaran anda
    3. Kredibilitas panitia sangat diragukan.
    4. Dn lainnya………….

    demikian masukkan saya semoga anda dapat menerima kenyataan dan dapa Bersabar.

    Saleum
    Razali
    Consultant Individu
    Melayanai Konsultansi PBJ

    • Yg sering terjadi adalah panitia tidak/kurang memahami ketentuan yang berlaku dan prilaku korupsi yg sudah jadi budaya mereka!

      Thx tanggapannya kawan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s