Indikasi Persekongkolan Tender Proyek Pembangunan Gedung Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I, Banda Aceh


Tanggal 20 Juli 2010, Satuan Kerja Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, mengumumkan pelelangan Pekerjaan Pembangunan gedung Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I, Lokasi Banda Aceh dengan Pagu Dana 2,9 Milyar pada Koran Tempo. Pada pelelangan tsb saya menjadi Konsultan Tender salah satu perusahaan yg ikut serta dalam pelelangan.

Menurut analisa saya, pelelangan tsb mengindikasikan adanya suatu persengkongkolan tender, hal ini bisa dilihat dari:

1. Indikasi persekongkolan pada saat pembentukan Panitia, antara lain:

a. Susunan panitia tidak diumumkan.

2. Indikasi persekongkolan pada saat pengumuman tender atau lelang.

a. Jangka waktu pengumuman tender/lelang yang sangat terbatas.

    • Pendaftaran, mulai tanggal  20 Jul 2010 s/d 30 Jul 2010.
    • Aanwizing akan diadakan pada Tanggal 26 Juli 2010  jam 9:0 WIB.
    • Pemasukan Dokumen Administrasi, Teknis dan Penawaran paling lambat tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:00 WIB.
    • Pembukaan Dokumen Penawaran Harga/Biaya, tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:00   WIB

Menurut ketentuan Pasal 12 Keppres nomor 80 tahun 2003, menyatakan:
“Pengguna barang/jasa wajib mengalokasikan waktu yang cukup untuk penayangan pengumuman, kesempatan untuk pengambilan dokumen, kesempatan untuk mempelajari dokumen, dan penyiapan dokumen penawaran.”

Dan menurut Lampiran I Bab I Bagian D angka 1 huruf b, yg bunyinyinya:

“Penetapan waktu pemasukan dokumen penawaran harus memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan dokumen penawaran sesuai dengan jenis, kompleksitas, dan lokasi pekerjaan.
Contoh: waktu pemasukan dokumen penawaran untuk pengadaan ATK cukup 2 (dua) hari kerja, waktu pemasukan dokumen penawaran untuk pengadaan untuk peningkatan jalan kabupaten/kota 14 (empat belas) hari kerja, waktu pemasukan dokumen penawaran untuk pengadaan pekerjaan kompleks dapat lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja.

Menetapkan batas akhir pemasukan penawaran hanya 4 hari kerja setelah penjelasan (Aanwizing), pada hal pekerjaan tsb bukanlah pekerjaan sederhana (terbukti dari penggunaan metode 2 sampul), menunjukkan bahwa Pengguna barang/jasa tidak mengalokasikan waktu yang cukup untuk mempelajari dokumen, dan penyiapan dokumen penawaran.

Kesimpulan:

Tender tsb bersifat diskriminatif dan tidak dapat diikuti oleh semua pelaku usaha dengan kompetensi yang sama.

b. Pengumuman hanya diumumkan di Surat Kabar Nasional yaitu Koran Tempo.

Menurut Perpres nomor 8 tahun 2006, Pasal 20A huruf b, dinyatakan bahwa:

“b. untuk pengadaan dengan metode pelelangan umum/terbatas yang bernilai diatas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) diumumkan sekurang-kurangnya di satu surat kabar nasional dan satu surat kabar provinsi di lokasi kegiatan bersangkutan.”

Kesimpulan:

Tender tsb bersifat tertutup atau tidak transparan dan tidak diumumkan secara luas, sehingga mengakibatkan para pelaku usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi tidak dapat mengikutinya.

3. Indikasi persekongkolan pada saat pembuatan persyaratan untuk mengikuti tender/lelang.

a. Permintaan laporan pajak bulanan PPh pasal 21, pasal 25 dan PPn untuk 3 (tiga) bulan terakhir, yaitu bulan mai, juni dan juli.

Permintaan laporan pajak bulan Juli merupakan permintaan yang sangat memberatkan dan sangat diskriminatif bagi perusahaan luar daerah, karena pemasukan penawarannya pada tanggal 2 agustus, pukul 10.00 WIB, sementara tanggal 1 agustus bertepatan dengan hari libur. Perusahaan harus melaporkan pajaknya pada pagi hari bertepatan den hari pembukaan penawaran.

Menurut ketentuan Pasal 3, Ayat 3, Huruf a Undang-Undang nomor 28 tahun 2007, dinyatakan:

“(3). Batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan adalah:

a. untuk Surat Pemberitahuan Masa, paling lama 20 (dua puluh) hari setelah akhir Masa Pajak.”

Kesimpulan:

Tender tsb bersifat diskriminatif dan tidak dapat diikuti oleh semua pelaku usaha dengan kompetensi yang sama.

b. Dalam berita acara aanwijzing, panitia meminta surat dukungan dari perusahaan fabrikasi hot deep galvanize. Sementara pada dokumen lelangnya, yaitu dalam Daftar Simak, surat dukungan fabrikasi tersebut tidak diminta.

Permintaan surat dukungan dari perusahaan fabrikasi hot deep galvanize pada acara aanwijzing, sementara waktu yang dialokasikan untuk menyiapkan dokumen penawaran sangat singkat, hanya 4 (empat) hari kerja setelah aanwijzing mengindikasikan suatu persyaratan yang diskriminatif. Keterbatasan waktu tsb menyebabkan pelaku usaha kesulitan untuk mendapatkan surat dukungan tsb. Persyaratan tsb mengarah kepada pelaku usaha tertentu, yang sudah dipersiapkan sejak awal.

Sementara Menurut ketentuan Keppres nomor 80 tahun 2003, Pasal 14 Ayat 6 dan 7, dinyatakan:

(6). Dalam proses prakualifikasi/pascakualifikasi panitia/pejabat pengadaan dilarang menambah persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi di luar yang telah ditetapkan dalam ketentuan Keputusan Presiden ini atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi;
(7). Persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi yang ditetapkan harus merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar terwujud persaingan yang sehat secara luas.

Kesimpulan:

Tender tsb bersifat diskriminatif dan tidak dapat diikuti oleh semua pelaku usaha dengan kompetensi yang sama.

4. Indikasi persekongkolan pada saat pengambilan dokumen tender/lelang.

Alamat atau tempat pengambilan dokumen tender/lelang sulit ditemukan oleh calon peserta tender/lelang. Tempat pengambilan dokumennya tidak menempelkan pemberitahuan apa-apa, bahkan ketika kami tanyakan pada salah satu pegawai yang bekerja pada ruangan tsb, mereka mengatakan tidak mengetahui tentang pelelangan Pekerjaan Pembangunan gedung Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I tsb. Hal ini bisa dibuktikan dengan sedikitnya jumlah peserta lelang yg mendaftar.

Kesimpulan:

Tender tsb bersifat tertutup atau tidak transparan dan tidak diumumkan secara luas, sehingga mengakibatkan para pelaku usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi tidak dapat mengikutinya.

5. Indikasi persekongkolan pada saat penyerahan dan pembukaan dokumen atau kotak penawaran tender/lelang.

Pada saat pembukaan penawaran, sampul yang dibuka oleh panitia hanya sampul yang berisi dokumen penawaran harga saja, sementara sampul yg berisi persyaratan administrasi tidak dibuka.

Menurut ketentuan keppres nomor 80 tahun 2003, pada bagian Lampirannya dinyatakan:

(c). Pembukaan dokumen penawaran untuk setiap sistem dilakukan sebagai   berikut:

(2). Untuk Sistem Dua Sampul, panitia/pejabat pengadaan membuka kotak dan sampul I di hadapan peserta lelang. Sampul I yang berisi data administrasi dan teknis dibuka, dan dijadikan lampiran berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul I. Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka dan sampulnya dituliskan identitas perusahaan dandiparaf oleh panitia/pejabat pengadaan dan wakil peserta lelang dari perusahaan yang berbeda sebelum disimpan oleh panitia/pejabat pengadaan.

Kesimpulan:

Pada saat pembukaan, sampul yang dibuka hanya yang berisi penawaran harga saja, mengindikasikan adanya penawaran yang diterima oleh Panitia dari pelaku usaha yang tidak memenuhi persyaratan administrasi. Hal itu menunjukkan bahwa tender tsb yang bersifat tertutup atau tidak transparan.

6. Indikasi persekongkolan pada saat evaluasi dan penetapan pemenang tender/lelang

Hasil evaluasi, panitia menggugurkan perusahaan kami. Menurut panitia, perusahaan kami tidak memenuhi syarat administrasi karena surat dukungan fabrikasi hot deep galvanize.

Perusahaan kami hanya mampu menyediakan surat dukungan dari distributornya saja karena surat dukungan dari fabriknya tidak sempat dikirim lagi, hal ini disebabkan oleh kurangnya alokasi waktu bagi kami untuk menyiapkan dokumen penawaran.

Menurut kami, Surat dukungan dari perusahaan fabrikasi hot deep galvanize merupakan persyaratan tidak substansi, karena tidak berpengaruh terhadap lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan. Oleh sebab itu maka surat dukungan tersebut tidak boleh dijadikan syarat untuk menggugurkan.

Hal ini bisa kami buktikan berdasarkan:

1. Berita acara rapat penjelasan/aanwijzing nomor: 01-AAN/PAN/WKS/PUSLATJAKON/2010 tidak disahkan oleh Pajabat Pembuat Komitmen selaku Pengguna Jasa.

Hal ini menyebabkan berita acara rapat penjelasan/aanwijzing menjadi tidak sah dan bukan merupakan bagian dari dokumen lelang. Semua persyaratan yang tercantum dalam berita acara penjelasan/aanwijzing, tidak sah.

Hal ini sesuai dengan ketentuan pada Lampiran I keppres nomor 80 tahun 2003, yang bunyinya:

Apabila dalam BAP sebagaimana dimaksud angka 5 tersebut terdapat halhal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka panitia/pejabat pengadaan harus menuangkan ke dalam adendum dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dan harus disampaikan dalam waktu bersamaan kepada semua peserta secara tertulis setelah disahkan oleh pengguna barang/jasa. Bila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam adendum dokumen pemilihan penyedia barang/jasa maka bukan merupakan bagian dari dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dan yang berlaku adalah dokumen pemilihan penyedia barang/jasa awal (asli).

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, menjamin bahwa semua pelaku usaha wajib menjual barang/produknya kepada semua konsumen, seperti ditegaskan dalam pasal 10 ayat (2) undang-undang tersebut, yang bunyinya:

Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya, untuk menolak menjual setiap barang dan atau jasa dari pelaku usaha lain sehingga perbuatan tersebut:

a. merugikan atau dapat diduga akan merugikan pelaku usaha lain; atau

b. membatasi pelaku usaha lain dalam menjual atau membeli setiap barang dan atau jasa dari pasar bersangkutan.

3. Menurut dokumen lelang, Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.

Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:

a) jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;
b) substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa;
c) adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat.

7. Indikasi persekongkolan pada saat pengumuman calon pemenang dan masa sanggah

Hasil evaluasi, menetapkan hanya satu perusahaan yang memenuhi syarat dan perusaan tersebut pada akhirnya ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Pemenang lelang hanya diumumkan melalui media internet, yg diumumkan pada hari senin tanggal 9 Agustus 2010. Sementara batas akhir masa sanggah ditetapkan sampai tanggal 13 Agustus 2010, artinya, waktu yang diberikan untuk masa sanggah hanya 4 (empat) hari kerja saja.

Menurut ketentuan Keppres nomor 80 tahun 2003, pada Lampirannya dinyatakan:

“Kepada peserta lelang yang berkeberatan atas penetapan pemenang lelang diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis, selambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang lelang.”

Kesimpulan:

Dikuranginya waktu untuk sanggahan, waktunya hanya 4 (empat) hari kerja saja dari yg seharusnya yaitu 5 (lima) hari kerja, menunjukkan indikasi penyelewengan dengan tujuan mengamankan pemenang lelang yang telah ditetapkan

Dampak Persekongkolan Dalam Tender

Dilihat dari sisi konsumen atau pemberi kerja, persekongkolan dalam tender dapat merugikan dalam bentuk antara lain;

  1. Konsumen atau pemberi kerja membayar harga yang lebih mahal dari pada yang sesungguhnya.
  2. Terjadi hambatan pasar bagi peserta potensial yang tidak memperoleh kesempatan untuk mengikuti dan memenangkan tender.
  3. Nilai proyek (untuk tender pengadaan jasa) menjadi lebih tinggi akibat mark­up yang diiakukan oleh pihak-pihak yang bersekongkol. Apabila hal tersebut diiakukan dalam proyek Pemerintah yang pembiayaannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, maka persekongkolan tersebut berpotensi menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

Begitulah fakta dari proses tender pengadaan barang/jasa pemerintah di negeri tercinta ini…

Demikianlah, salam korupsi…

.

PENGUMUMAN PELELANGAN
PAKET PEKERJAAN PROYEK-PROYEK
DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

1. Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
2. Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
3. Nama Bagian Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
4. Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I
5. Pagu Dana : Rp. 2,950,000,000
6. Cara Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
7. Dimuat Pada Koran : Koran Tempo (7/20/2010)
8. Pendaftaran : 20 Jul 2010 s/d 30 Jul 2010
9. Persyaratan Peserta
a. Bentuk Usaha : Badan Usaha
b. Klasifikasi Bidang / Subbidang : Bidang Arsitektur Subbidang 21005 (Bangunan-Bangunan Non Perumahan Lainnya Termasuk Perawatannya)
c. Kualifikasi : Non Kecil
10. Alamat Panitia : Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh Jl. Pemancar No. 5 Simpang Tiga Banda Aceh
11. Telepon (area – nomor) : 021-7656532
12. Keterangan Lainnya :
13. Metode Penyampaian Dokumen : 2 Sampul
Aanwizing akan diadakan pada Tanggal: 26 Juli 2010 jam 9:0   WIB di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh
– Pemasukan Dokumen Administrasi & Teknis paling lambat tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:0   WIB
– Pembukaan Dokumen Administrasi & Teknis tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:0  WIB di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh
– Pemasukan Dokumen Harga / Biaya paling lambat tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:0   WIB
– Pembukaan Dokumen Penawaran Harga / Biaya tanggal 2 Agustus 2010 jam 10:0   WIB di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh

Jumlah Peserta yg sudah mendaftar : 14 Prsh.
Pengumuman Pelelangan
Daftar Peserta
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
No Nama Penyedia Jasa
1. PT. MUSTIKA CENDANAMAS
2. PT. BAHANA CITARINDO
3. WATENA, CV
4. AMANDA ROSA, PT
5. BOLA DOENYA SUMATERA, PT
6. PT.Ramai Jaya Purnasejati
7. INTERMATRA COMPERTA, PT
8. PT. OMASINDO CEMERLANG
9. PUTRA SURABAYA, PT
10. KAKUCI RIWANG, PT
11. PT. ELBASS POLY KARYA
12. PUTRA NANGGROE ACEH, PT
13. ALAFANS VIRAN DANI, PT
14. BETHA LAKSANA, PT
Pengumuman Pelelangan
Daftar Peserta
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
Metode Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
Tahapan Pelelangan :
1. Pengumuman Lelang
2. Penjelasan Umum (Aanwijzing)
3. Pembukaan Penawaran Harga
4. Hasil Evaluasi Penawaran Harga/Biaya
5. Pengumuman Pemenang
6. Sanggahan Pengumuman Pemenang
7. Jawaban Sanggahan Pengumuman Pemenang
Pengumuman Pelelangan
Pembukaan Penawaran Harga
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
Metode Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
No Nama Penyedia Jasa Nilai Penawaran Nilai Koreksi Keterangan
1. PT. BAHANA CITARINDO 2,709,000,000 2,709,000,000 Lengkap
2. BETHA LAKSANA, PT 2,388,760,000 2,388,760,000 Lengkap
3. ALAFANS VIRAN DANI, PT 2,416,590,000 2,416,590,000 Lengkap
4. AMANDA ROSA, PT 2,566,100,000 2,566,100,000 Lengkap
5. PUTRA NANGGROE ACEH, PT 2,515,123,000 2,515,123,000 Lengkap
6. BOLA DOENYA SUMATERA, PT 2,715,053,000 2,715,053,000 Lengkap
7. INTERMATRA COMPERTA, PT 0 0 Tidak ada penawaran
8. PUTRA SURABAYA, PT 0 0 Tidak ada penawaran
9. PT. OMASINDO CEMERLANG 0 0 Tidak ada penawaran
10. WATENA, CV 0 0 Tidak ada penawaran
11. PT. MUSTIKA CENDANAMAS 0 0 Tidak ada penawaran
12. PT.Ramai Jaya Purnasejati 0 0 Tidak ada penawaran
13. PT. ELBASS POLY KARYA 0 0 Tidak ada penawaran
14. KAKUCI RIWANG, PT 2,445,580,000 2,445,580,000 Tidak lengkap
Pengumuman Pelelangan
Hasil Evaluasi Penawaran Harga/Biaya
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
Metode Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
HPS/OE : 2950000000
No Nama Penyedia Jasa Administrasi Teknis Kualifikasi Nilai Penawaran Nilai Koreksi Keterangan
1. PT. BAHANA CITARINDO Lulus Lulus Lulus 2,709,000,000 2,709,000,000 Lengkap
2. BETHA LAKSANA, PT Lulus Lulus Tidak 2,388,760,000 2,388,760,000 Lengkap
3. ALAFANS VIRAN DANI, PT Lulus Lulus Tidak 2,416,590,000 2,416,590,000 Lengkap
4. AMANDA ROSA, PT Lulus Lulus Tidak 2,566,100,000 2,566,100,000 Lengkap
5. PUTRA NANGGROE ACEH, PT Tidak Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 2,515,123,000 2,515,123,000 Lengkap
6. BOLA DOENYA SUMATERA, PT Tidak Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 2,715,053,000 2,715,053,000 Lengkap
7. INTERMATRA COMPERTA, PT Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
8. PUTRA SURABAYA, PT Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
9. PT.Ramai Jaya Purnasejati Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
10. PT. ELBASS POLY KARYA Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
11. PT. MUSTIKA CENDANAMAS Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
12. PT. OMASINDO CEMERLANG Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
13. WATENA, CV Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 0 0 Tidak ada penawaran
14. KAKUCI RIWANG, PT Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi Tidak Dievaluasi 2,445,580,000 2,445,580,000 Tidak lengkap
Pengumuman Pelelangan
Pengumuman Pemenang
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
Metode Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
No Nama Penyedia Jasa Nilai Teknis Nilai Penawaran Peringkat
1. PT. BAHANA CITARINDO 2,709,000,000 Pemenang
Pengumuman Pelelangan
Sanggahan Pengumuman Pemenang
Paket Pekerjaan “Pembangunan Workshop (B) Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I”
Nama Unit Kerja : Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM
Nama Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Nama Sub Satuan Kerja : Pusat Pelatihan Jasa Konstruksi
Bidang Pekerjaan : JASA BORONGAN/JASA LAIN
Metode Pengadaan : Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi
No Nama Penyedia Jasa Nilai Teknis Nilai Penawaran Peringkat
1. PT. BAHANA CITARINDO 2,709,000,000 Pemenang
Batas Akhir Sanggah Pemenang pada Tanggal: 13 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s