Di Calang, Kontraktor Bogem Konsultan


Rekanan dan Panitia Tender Ricuh di Gayo Lues

CALANG – Ada-ada saja yang terjadi dalam urusan proyek. Di Calang, Kabupaten Aceh Jaya, seorang kontraktor membogem konsultan pengawas hingga pingsan dan masuk rumah sakit. Sedangkan di Gayo Lues, sejumlah calon rekanan mencak-mencak karena panitia tender mencantumkan status TL (tidak lengkap) pada berkas dokumen yang mereka ajukan.

Dari Calang dilaporkan, seorang konsultan pengawas proyek bernama Safrijal ST, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Jaya dibogem oleh seorang kontraktor bidang jasa konstruksi berinisial Ir yang disebut-sebut tidak terima hasil pemeriksaan Safrijal. Kasus menghebohkan itu terjadi Selasa (24/8) sekitar pukul 10.00 WIB di Dinas PU Aceh Jaya.

Safrijal kepada Serambi saat dirawat di RSU Calang mengatakan, ia dipukul oleh Ir setelah dirinya memeriksa laporan milik kontraktor itu. Berdasarkan hasi pemeriksaannya, terdapat kesalahan dalam laporannya. Ternyata Ir tidak terima hasil pemeriksaan Safrijal sehingga dengan emosi yang memuncak pelaku membogem konsultan. Akibat pukulan tersebut, Safrijal pingsan dan dilarikan ke RSU Calang.

Seusai menjalani perawatan di RSU Calang, korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kapolres Aceh Jaya, AKBP Galih Sayudo yang dihubungi Serambi, Sabtu (28/8) membenarkan telah menerima laporan korban pemukulan yang bernama Safrijal dan kasus itu sedang dalam penyelidikan polisi dengan memintai keterangan saksi-saksi.

Kasus Gayo Lues

Kasus lain yang juga terkait urusan proyek juga terjadi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (28/8) sekira pukul 09.40 WIB. Saat itu, sejumlah calon rekanan yang memasukan penawaran untuk paket proyek pembukaan jalan harus menerima kenyataan pahit karena pihak panitia mencantumkan kode TL pada berkas dokumen. Dengan status itu berarti mereka gagal untuk mengikuti proses-proses selanjutnya.

Paket proyek dengan sumber dana Bantuan Keuangan Provinsi Aceh (BKPA) dan APBK Gayo Lues 2010 itu diikuti puluhan perusahaan. Ketika proses pembukaan penawaran, terjadi ketegangan luar biasa antara calon rekanan dengan panitia. Panitia punya alasan mencantumkan kode TL pada dokumen yang diajukan karena menilai persyaratan yang diminta tidak lengkap. Menurut versi panitia, salah satu persyaratan yang diminta adalah  mencantumkan persyaratan pencampur beton. Nah, inilah yang menurut  panitia tidak dicantumkan sehingga langsung dinyatakan TL.

Sedangkan calon rekanan juga punya argumen yang kuat sehingga tidak mencantumkan persyaratan tersebut. Karena dalam pengumuman awal memang tidak mencantumkan persayaratan pencampur beton tetapi pencampur batu. Maka, persyaratan itulah yang disertakan. “Nyatanya, setelah itu dipenuhi, panitia malah menyatakan berkas TL,” kata seorang sumber di kalangan kontraktor.

Setelah sempat bersitegang dengan argumen masing-masing, sejumlah rekanan diminta oleh panitia untuk mengambil dokumen lelang sebelumnya. Maka, rekanan harus pulang mengambil dokumen tersebut sebagai pembanding untuk membuktikan argumen mereka, bahwa yang diminta memang pencampur batu, bukan pencampur beton seperti yang dikatakan panitia. Menurut sebuah informasi, setelah ada jalan tengah, pembukaan penawaran kembali dilanjutkan.

Kabid Bina Marga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melalui Ketua Panitia Lelang, Masyuruddin ST kepada Serambi, Sabtu (28/8) mengatakan, pihaknya harus mencantumkan kode TL terhadap beberapa perusahaan yang memasukan penawaran karena untuk peryaratan yang diminta pada paket proyek pembukaan jalan, perusahaan harus mencantumkan salah satu persyaratan pencampur beton, bukan pencampur batu.

Menurut Masyuruddin, prosesnya belum bisa dikatakan gagal sebelum dilakukan evalusi. Namun, setelah dilakukan evaluasi, sejumlah perusahaan yang diberikan tanda TL tetap saja dinyatakan gugur. “Dari 11 paket proyek pembukaan jalan tersebut, lebih kurang 55 perusahaan yang memasukan penawaran,” katanya.(c45/c40)

Sumber: serambinews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s