Indonesia jadi anggota pendiri Akademi Anti-Korupsi Internasional


Wina – Indonesia bersama 34 negara lain menjadi anggota pendiri (founding members) dalam upaya pemberantasan korupsi global, dengan menandatangani perjanjian pendirian Akademi Anti-Korupsi Internasional (International Anti-Corruption Academy/IACA) sebagai suatu organisasi internasional.

Prakarsa penting itu ditandatangani dalam konferensi inaugurasi akademi tersebut di Wina, Austria, 2 September 2010 yang mengambil tema From Vision to Reality: A New and Holistic Approach to Fighting Corruption. Demikian dirilis deplu.go.id, Jumat (3/9).

Penandatanganan dilakukan oleh Plh Ketua KPK Haryono Umar, mewakili pemerintah Indonesia dalam sesi Treaty Signing Ceremony.
Delegasi Indonesia dalam peresmian IACA yang dipimpin oleh Dubes/Watap RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, beranggotakan para pejabat dari KPK, Polri, dan Kemlu.

Dalam konferensi yang juga dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon, Menteri Luar Negeri dan sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Austria, serta sedikitnya 35 Menteri dan pejabat tinggi negara lainnya dari seluruh kawasan, pernyataan dukungan Indonesia terhadap pentingnya pendirian IACA dibacakan oleh Haryono sebagai pihak yang menangani secara khusus penanganan korupsi di Indonesia bersama lembaga penegak hukum lainnya.

Dalam pernyataannya, Indonesia menegaskan bahwa partisipasi Jakarta dalam pendirian IACA atau Akademi Anti-Korupsi Internasional ini adalah bagian dari political will pemerintah yang secara konsisten berperan aktif dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi baik pada tingkat nasional, regional, maupun internasional. Dengan menjadi bagian dari ‘pendiri’ Akademi tersebut, Pemerintah Indonesia juga menegaskan kebijakan prioritas nasionalnya untuk membangun budaya anti-korupsi yang maju dan progresif.

Prakarsa pendirian IACA juga mengirim sinyal kuat Indonesia untuk semakin meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum yang menangani isu korupsi pada tataran nasional. Pada pada tataran internasional, hal itu menunjukkan adanya komitmen kuat untuk mengembangkan kerjasama internasional dalam pemberantasan korupsi, khususnya dalam mengimplementasikan UNCAC.

Dubes/Watap RI Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyatakan bahwa Akademi ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Austria dengan sejumlah mitra seperti United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), European Anti-Fraud Office (OLAF), dan INTERPOL.

(haz)

Sumber: Primair Online.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s