Digempur Perusahaan Luar, Sejumlah Konsultan Lokal Kolaps


BANDA ACEH – Gencarnya gempuran perusahaan luar ke Aceh membuat perusahaan jasa konsultan lokal di Aceh tak berkutik. Beberapa perusahaan besar dikabarkan kolaps karena kalah bersaing. Kondisi ini juga mengancam ratusan perusahaan konsultan kecil yang ada di seluruh Aceh.

“Paling tidak, di Aceh sudah empat perusahaan konsultan besar yang kolaps. Lantas bagaimana lagi dengan yang kecil-kecil di seluruh Aceh, yang jumlahnya mencapai ratusan,” kata Sekretaris Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DPP Aceh, Jamaluddin ST, kepada Serambi usai temu ramah dengan Ketua Umum DPN Inkindo Pusat, Ir H Bachder Djohan MM, Jumat (12/11).

Di tubuh Inkindo Aceh sendiri, Jamal menyebutkan, dari total jumlah anggota 358 perusahaan, lebih dari 60 persennya tidak mendapatkan proyek. Dan bila kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan makin banyak perusahaan jasa konsultan di Aceh yang kolaps.

Gencarnya gempuran perusahaan luar tersebut juga diungkapkan Koordinator Wilayah Inkindo Aceh Selatan, Ir Ridwan Arahman saat pertemuan dengan Ketua Umum DPN Inkindo. Di wilayahnya yang meliputi Aceh Selatan, Tapaktuan, dan Aceh Singkil, serbuan konsultan luar sama sekali tidak bisa terbendung. “Kita nggak bisa berbuat apa-apa. Saya soal ini perlu ada ketegasan,” kata Ridwan.

Belum lagi persoalan maraknya konsultan liar dan konsultan ‘plat merah’ milik pejabat pemerintah, belum lagi fee jasa konsultan yang cukup rendah, di kabupaten/kota bahkan ada yang tidak mencapai 2 persen dari total nilai proyek.

Kondisi-kondisi inilah yang menyebabkan perusahaan jasa konsultan lokal di Aceh menjadi terjepit. Ketua Badan Pengkajian Strategis Inkindo Aceh, Zardan Araby mengungkapkan, sudah dua tahun ini perusahaannya tidak beroperasi. “Masalahnya ya itu tadi,” pungkasnya.

Menurut Jamaluddin, perlu adanya keseriusan pemerintah Aceh dalam memberdayakan perusahaan lokal, dan jangan terlena dengan besarnya fee yang diberikan oleh perusahaan luar. “Uang APBA banyak lari ke mereka (perusahaan luar) dan itu mengalir ke luar daerah. Akibatnya ekonomi kita menjadi sulit tumbuh. Padahal di sisi lain, kemiskinan dan pengangguran di Aceh masih cukup tinggi,” pungkasnya.

Ketua Umum DPN Inkindo, Bachder Djohan, meminta agar konsultan lokal anggota Inkindo di Aceh untuk terus berjuang. Pihaknya siap mendukung dari pusat. “Saya prihatin dengan kondisi di Aceh. Tetapi saya harap kawan-kawan jangan menyerah. Usahakan semaksimal mungkin dan bila tidak sanggup lagi hubungi DPN. Kami siap membantu,” tandas Bachder yang baru terpilih kembali dalam munas beberapa bulan lalu itu.

Sumber: Serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s