Penggunaan DAK Dinas Pendidikan Dipertanyakan


NIlainya Rp 21 Miliar

BIREUEN-Prosedur penggunaan anggaran DAK Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga, Bireuen tahun 2010, sebesar Rp 21 miliar lebih, untuk pembangunan sejumlah proyek menggunakan sistim swakelola, dipertanyakan warga. Pasalnya sebagaimana biasa, dengan anggaran sebesar itu, sistim pekerjaan semestinya dilaksanakan secara tender.

Menghindari masalah belakangan hari, seluruh proyek tahun 2011 baik bersumber dari anggaran DAK dan DAU maupun dari sumber dana lainnya. Pemkab Bireuen diharapkan dapat melaksanakan tender. Proyek dengan anggaran melebihi Rp 100 juta, sebagaimana biasanya pelaksanaan pekerjaan proyek dilakukan melalui proses tender.

“Kami ingin tahu dibolehkan dalam aturan ataupun memang ada petunjuk khusus, jika punya aturan lengkap tidak ada masalah. Proyek di Dinas Pendidikan Bireuen, anggaran sebesar itu, pekerjaan proyek dilakukan secara swakelola,” ujar Ketua Kadin Bireuen, Mukhtar Paratex kepada wartawan. Hal sama juga dipertanyakan beberapa warga lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Asnawi saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Minggu (8/2) menyatakan. Tidak melanggar aturan, dan dibolehkan proyek DAK dimaksud dilaksanakan melalui sistim swakelola, dan didukung DPRK Bireuen. Kesiapan sudah 100 persen, juga ada proyek diluncurkan 2011.

“Bukan di Bireuen saja, dibeberapa kabupaten/kota lainnya, juga dilaksanakan dengan sistim swakelola,” ujarnya.Asnawi menambahkan, proyek fisik sudah dikerjakan itu seperti, membangun ruang pustaka untuk 30 SD dengan total anggaran seluruhnya Rp 3.848.007.990. Ruang kegiatan belajar di empat SMP total anggaran Rp 679.752.000, dan Rp 640.000.000 untuk kegiatan rehabilitasi delapan unit SMP.

Rehabilitasi sedang 11 unit SMP Rp 440 juta, serta pembangunan pustaka di tiga SMP Rp 648 juta.
Sedangkan proyek non fisik diluncurkan tahun 2011, adalah. Pengadaan alat-alat peraga praktek untuk 53, masing-masing sekolah Rp 60 juta, dengan jumlah total anggaran keseluruhannya Rp 3.180.000.000. selanjutnya, pengadaan sarana teknologi informasi, setiap SD Rp 25 juta dengan jumlah ada 54 unit SD di Bireuen, total anggarannya Rp 1.350.000.000.

Kapolres Bireuen, AKBP H.R Dadik Junaedi S.H melalui Kasat Reskrim AKP Khairul Saleh,SH,Sik kepada Rakyat Aceh kemarin mengungkapkan. “Untuk mendalami ada atau tidaknya pelanggaran aturan berkaitan masalah proyek DAK di Dinas Pendidikan itu, kita sudah ambil dokumen pendukungnya,” sebut Kasatreskrim. (rah)

Sumber: Rakyat Aceh.Com

One thought on “Penggunaan DAK Dinas Pendidikan Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s