Dianiaya Debt Collector, Nasabah Gugat Bank UOB Buana


Jakarta – Nasabah PT Bank UOB Buana, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) terhadap bank tersebut karena tindakan penagih utang (debt collector) yang melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan si nasabah luka parah, yakni pendarahan pada mata dan retaknya tulang mata serta tulang kening tengkorak.

Dalam gugatannya, nasabah yang bernama Muji Harjo (39) ini mengajukan tuntutan ganti rugi materil sebesar Rp 74 juta dan immateril Rp10 miliar kepada PT Bank UOB Buana. “Gugatannya sudah kami daftarkan sejak awal Februari lalu, pada hari Rabu 23 Februari 2011 nanti sidang perdananya,” kata kuasa hukum Muji Harjo, Sonny Singal, saat dihubungi via telepon, Sabtu (19/2).

Sonny menjelaskan, dalam gugatan yang terdaftar bernomor 53/PDT.G/2011/PN BDG, Muji Harjo turut menggugat PT Goti Wai Sarut selaku penyedia jasa penagih utang yang digunakan Bank UOB Buana. Kendati demikian, menurut Sonny, tindakan para pelaku yang melakukan pemukulan tidak terlepas dari perintah yang diberikan oleh Bank UOB Buana.

“Karena jelas kalau di peraturan 1367 KUH Perdata itu perbuatan melawan hukum yang dilakukan orang suruhannya adalah tanggung jawab pihak yang menyuruh,” jelas Sonny. “Tanggung jawab pidana ada di debt collector, sedangkan tanggung jawab perdata jelas berada di Bank UOB Buana.”
Apalagi, menurut Sonny, berdasarkan Pasal 21 Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, dijelaskan, bahwa penagihan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum.

Perkara ini bermula dari belum dibayarkannya utang Muji Harjo selaku pemegang kartu kredit kepada UOB Buana sehingga masuk kategori macet. Pada 27 Oktober 2009, debt collector memaksa Muji untuk melunasi utang. Satu buah sepeda motor sudah diberikan sebagai jaminan bahwa utang akan tetap dilunasi.

Lalu, pada 13 Mei 2010 debt collector yang bernama Andre dan Sony D F Pattikawa kembali datang untuk menagih. Namun, cara yang digunakan lebih kasar sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan luka, yaitu pendarahan pada mata kiri, tulang mata, dan tulang kening yang retak, kulit sekitar mata dan hidung sobek hingga kacamata pecah.

Atas kejadian tersebut, Muji sudah melaporkan kepada Kepolisian Polsekta Sumur Bandung untuk memproses masalah pidana. Kendati demikian, sambung Sonny, atas luka-luka itu Muji harus menelan biaya pengobatan hingga Rp74juta serta kerugian imateril berupa psikis dan trauma yang dialami Muji senilai Rp10 miliar.

“Kami sudah pernah memberikan somasi, tetapi tidak pernah ada iktikad baik dari Bank UOB Buana,” jelas Sonny.

 

Sumber: Primaer Online

14 thoughts on “Dianiaya Debt Collector, Nasabah Gugat Bank UOB Buana

  1. Saya jg bermasalah dgn debt collectornya bank BNI. Mengenai iuran tahunan yg dijanjikan gratis oleh bank BNI tapi kenyataannya tdk gratis dan sementara saya sudah mengaktifkan kartu kredit tersebut. Saya tidak mau bayar eh malah org BNI nyuruh debt collector yg tlp saya. Kalau CS BNI di tlp jawabannya kyk cuci tangan. SIALAN itu org BNI. Saya sangat ksl dgn perlakuan org BNI, udah main krm kartu tanpa approval saya, skrg saya malah ditagih2in!

  2. Saya jg bermasalah dgn debt collectornya bank BNI. Mengenai iuran tahunan yg dijanjikan gratis oleh bank BNI tapi kenyataannya tdk gratis dan sementara saya sudah mengaktifkan kartu kredit tersebut. Saya tidak mau bayar eh malah org BNI nyuruh debt collector yg tlp saya. Kalau CS BNI di tlp jawabannya kyk cuci tangan. SIALAN itu org BNI. Saya sangat ksl dgn perlakuan org BNI, udah main krm kartu tanpa approval saya, skrg saya malah ditagih2in..

  3. Kalau membaca berita di internet, bank UOB Buana Medan dengan PT ARB Abdi Rakyat Bakti. PT ARB sudah menang secara hukum, bahkan sudah ada keputusan MA Mahkamah Agung Indonesia bahwa bank UOB Buana Medan harus meminta maaf kepada PT ARB, tapi bank UOB Buana Medan tidak mau minta maaf kepada PT ARB, sehingga bank UOB Buana Medan harus membayar uang paksa kepada PT ARB 10.000 dollar per hari. Kalau dibandingkan hutang kartu kredit nasabah Muji Harjo kepada bank UOB Buana, tapi dianiaya oleh debt collector yang berkerja sama dengan bank UOB Buana, bahkan, sepeda motor nasabah Muji Harjo sudah ditarik oleh debt collector sebelum dianiaya. Kalau saja PT ARB Medan diperbolehkan mempergunakan debt collector untuk menagih ke bank UOB Buana Medan, jadi bisa berimbang.

    • Kalau kita lihat lagak Bank UOB Buana, sptnya mereka gak pernah buat salah. Saya berharap pengadilan mampu memberi keadilan bagi nasabah yg telah mereka aniaya…

  4. Muji… kebetulan sekali ya timing nya tepat dengan kematian nasabah city bank jadi beritanya di blowup gede2an. Jangan lupa kalo menang dipengadilan kartu2 kreditnya ditutup Pak.

  5. Muji.. kalau hutang ya bayar dong, jangan berkelit lalu libatkan orang lain n nantangin penagih lagi. Anda janji-janji melulu mau bayar tp kenyataannya nol. Sdh terjadi masalah baru cari kebenaran…. Anda mau pakai uang tp gak bayar, janagn arogan dong dan tahu malulah anda,

  6. ini supaya jadi pelajaran kepada bank yang arogan.jangan karena punya preman ,jadi seenaknya dan tidak mengindahkan hukum yang berlaku. maju terus pak muji. semakin banyak yang tau semakin banyak dukungan buat pak muji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s