Hukum Acara Perdata (Burgerlijk Procesrecht) yang penting untuk diketahui


A. Surat kuasa :

a. Macamnya (pasal 1792 KUHPerdata) :

a) Surat kuasa umum :

Dipakai untuk segala macam jenis perbuatan tanpa menyebutkan secara terperinci obyek perbuatan tersebut

b) Surat kuasa khusus :

Dirumuskan secara khusus untuk melakukan perbuatan tertentu di pengadilan

b. Berakhirnya pemberian kuasa (pasal 1813 KUHPerdata) :

a) Ditarik kembali oleh pemberi kuasa

b) Penerima/pemberi kuasa meninggal, dibawah pengampuan dan pailit

c) Pemberitahuan penghentian kuasa oleh penerima kuasa

B. Gugatan :

a. Pengertian :

Tuntutan hak yang mengandung sengketa diajukan kepada pengadilan untuk mendapatkan putusan

b. Bentuk (pasal 120 HIR) :

Dapat diajukan lisan/tertulis, sedangkan bagi yang tidak bisa baca dan tulis, yang bersangkutan menghadap kepada ketua pengadilan dengan menceritakan maksud mengajukan gugatan

c. Syarat (pasal 8 ayat (3) RV) :

a) Persona standi on judicio :

Identitas para pihak yang meliputi nama, pekerjaan, alamat, kewarganegaraan

b) Posita/fundamentum petendi :

Dasar gugatan yang memuat uraian peristiwa/kejadian memuat alasan berdasar keadaan dan uraian tentang alasan hukum

c) Petitum :

Tuntutan/hal-hal yang diminta penggugat agar diputuskan, ditetapkan dan diperintahkan majelis hakim

d. Pencabutan gugatan :

Dapat dicabut sebelum tergugat menjawab tetapi juga sudah dijawab maka harus mendapat persetujuan dari tergugat

e. Tempat pengajuan :

a) Diajukan di pengadilan dimana tergugat bertempat tinggal (actor sequitor forum rei)

b) Jika tempat tinggal tergugat tidak diketahui maka diajukan ke pengadilan tempat kediaman tergugat

c) Jika tergugat lebih dari satu maka diajukan ke pengadilan tempat tinggal salah satu tergugat

d) Apabila tempat tinggal dan tempat kediaman tergugat tidak diketahui maka diajukan ke pengadilan tempat tinggal penggugat

e) Apabila terkait dengan yang berhutang dengan penjamin, maka diajukan ke pengadilan tempat tinggal berhutang

f) Apabila diatur mengenai pilihan domisili penyelesaian, maka gugatan diajukan didomisili yang dipilih

g) Mengenai benda tetap diajukan ke benda tetap tersebut terletak (forum rei sitae)

f. Pihak-pihak :

a) Penggugat :

Orang yang merasa haknya dilanggar/yang mengajukan tuntutan hak

b) Tergugat :

Orang yang dianggap melanggar hak orang lain/yang terhadapnya diajukan tuntutan hak

c) Turut tergugat :

Orang yang tidak menguasai barang sengketa/tidak berkewajiban untuk melakukan sesuatu, namun untuk lengkapnya gugatan harus diikutsertakan untuk tunduk dan patuh terhadap putusan

C. Panggilan sah :

Dilakukan oleh juru sita Pengadilan dalam tenggang waktu 3 hari kerja sebelum sidang dimulai (apabila tidak diketemukan para pihak maka disampaikan melalui kelurahan)

D. Putusan verstek :

Yaitu Putusan yang dijatuhkan apabila Penggugat hadir sedangkan tergugat tidak hadir (dalam hal ini Tergugat dapat mengajukan upaya hukum verzet dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan diberitahukan kepada Tergugat/sampai hari ke 8 setelah teguran apabila Tergugat hadir/ sampai hari ke 8 setelah sita eksekutorial jika Tergugat tidak hadir)

E. Mediasi/perdamaian :

Hakim wajib mendamaikan para pihak (pasal 130 hir), meliputi :

a) Perdamaian dalam persidangan : membuat akta perdamaian (mengikat dan berkekuatan hukum tetap)

b) Perdamaian diluar persidangan : terlebih dahulu mencabut gugatan (tidak mengikat karena hanya sebagai persetujuan dan dapat diajukan gugatan kembali)

F. Jawaban :

Dapat berupa :

a. Eksepsi (pasal 136 HIR/144 RV)

a) Pengertian :

Jawaban yang tidak langsung mengenai pokok perkara yang ditujukan kepada hal-hal yang menyangkut syarat/formalitas gugatan

b) Tujuan :

Untuk mengakhiri pemeriksaan sebelum memutus pokok perkara dan untuk menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet on Valijkvklaard/NO)

c) Macamnya :

Ø Eksepsi prosesuiil

Tangkisan terhadap gugatan yang tidak langsung mengenai pokok perkara tetapi menyangkut segi formal dari gugatan.

Antara lain :

– Obscuur libel :

Dasar hukum, obyek sengketa dan petitum tidak jelas

– Deklinatoir :

Pengadilan tidak berwenang (absolut dan relatif)

– Eror in persona :

Pihak tidak mempunyai kualitas sebagai pihak, pihak tidak lengkap dan kekurangan pihak (plurium litis concortium)

– Nebisinidem/res judicata :

Perkara yang diajukan pernah diperiksa dan diputus dan berkekuatan hukum tetap

– Van beraad :

Perkara yang diajukan belum waktunya karena tergugat mempunyai hak untuk berpikir

– Koneksitas :

Perkara yang diajukan ada hubungannya dengan perkara yang masih ditangani oleh pengadilan dan belum ada putusan

– Litis petendi :

Perkaranya telah diperkarakan oleh penggugat dan masih dalam proses dan belum berkekuatan hukum tetap

Ø Eksepsi materiil

Tangkisan yang didasarkan pada hukum materiil

Antara lain :

– Dilatoir :

Gugatan belum waktunya diajukan/belum jatuh tempo

– Premptoir

Perkara yang diajukan sudah lampau waktu/daluwarsa

b. Pokok perkara

Antara lain :

a) Mengakui

b) Menolak

c) Referte

c. Gugatan dalam rekonvensi (gugatan balasan)

Gugatan dalam rekonvensi dapat diajukan dalam setiap perkara, kecuali (pasal 132a HIR) :

a) Penggugat dalam gugatan asal menuntut mengenai sifat, sedang gugatan rekonvensi mengenai dirinya sendiri/sebaliknya

b) Dalam perkara tentang menjalankan Putusan

c) Jika dalam pemeriksaan pengadilan negeri tidak diajukan gugatan rekonvensi, maka pemeriksaan banding tidak dapat diajukan gugatan rekonvensi

d) Pengadilan negeri tidak berwenang memeriksa gugatan berhubung dengan pokok perselisihan

G. Replik :

Dibuat Penggugat untuk mempertahankan dalil-dalil dalam gugatan dan mematahkan dalil-dalil dalam jawaban Tergugat

H. Duplik :

Dibuat Tergugat guna mempertahankan dan memperkuat dalil-dalil dalam jawaban dan mematahkan dalil-dalil dalam replik Penggugat.

I. Pembuktian :

Macam alat bukti (pasal 164 hir/284rbg/1866 kuhperdata) :

a. Surat

Bentuknya :

a) Surat biasa

b) Akta dibawah tangan :

Mempunyai kekuatan bukti bebas dan akan menjadi bukti sempurna apabila ditandatangani dan diakui oleh para pihak

c) Akta otentik (pasal 165 hir) :

Mempunyai 3 macam kekuatan pembuktian :

Ø Formil :

Membuktikan para pihak bahwa mereka menerangkan apa yang ditulis dalam akta tersebut

Ø Materil :

Membuktikan para pihak bahwa benar peristiwa yang tersebut dalam akta tersebut telah terjadi

Ø Mengikat :

Membuktikan para pihak dan pihak ketiga bahwa pada tanggal dan isi akta tersebut telah terjadi

b. Saksi

a) Saksi yang dipanggil oleh pengadilan namun tidak hadir maka diwajibkan membayar biaya untuk memanggilnya/dilakukan penyanderaan

b) Saksi yang tidak dapat didengar :

Ø Keluarga sedarah dan kelurga semenda menurut keturunan yang lurus dari salah satu pihak

Ø Suami/isteri meskipun telah bercerai

Ø Anak yang dibawah umur 15 tahun

Ø Orang gila meskipun kadang-kadang ingat

c) Saksi yang dapat mengundurkan diri :

Ø Saudara laki-laki, saudara perempuan, ipar laki-laki dan ipar perempuan dari salah satu pihak

Ø Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dan saudara laki-laki dan perempuan dari suami/isteri salah satu pihak

Ø Orang yang karena jabatan dan martabatnya diwajibkan menyimpan rahasia

c. Persangkaan

Macamnya :

a) Persangkaan hakim

b) Persangkaan undang-undang (1916 kuhperdata)

d. Pengakuan

Macamnya :

a) Dimuka hakim persidangan :

Mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat

b) Diluar sidang pengadilan :

Sifatnya tidak mengikat hanya merupakan bukti bebas, kekuatan pembuktiannya tergantung penilaian hakim

e. Sumpah

macamnya :

a) Sumpah pemutus (decisoir) :

Sumpah yang dimintakan oleh salah satu pihak ke pihak lawan

b) Sumpah penambah (suplitoir) :

Sumpah yang dibebankan hukum untuk menambah bukti yang kurang

c) Sumpah penaksir (aestimatoir) :

Sumpah untuk menentukan jumlah uang untuk menghitung ganti rugi

J. Putusan :

a. Jenisnya :

a) Putusan sela : putusan yang dijatuhkan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan akhir yang bertujuan mempermudah pemeriksaan perkara.

Macamnya :

Ø Preparatuir :

Mengenai jalannya pemeriksaan untuk melancarkan segala sesuatu guna mengadakan putusan akhir

Ø Interlocutoir :

Memerintahkan pembuktian karena menyangkut pembuktian maka putusan ini akan mempengaruhi putusan akhir

Ø Provisioneel/provisi :

Menjawab tuntutan provisi yaitu permintaan pihak yang berperkara agar diadakan tindakan penadahulu guna kepentingan salah satu pihak

Ø Insidentil :

Berhubungan dengan insiden yaitu peristiwa yang menghentikan prosedur peradilan biasa

b) Putusan akhir : putusan yang mengakhiri perkara pada tingkat pemeriksaan pengadilan

b. Kekuatan putusan :

a) Bukti

b) Eksekutorial

c) mengikat

c. Sifat putusan :

a) Condemnatoir :

Menghukum pihak yang kalah untuk memenuhi prestasi (dapat dimintakan eksekusi)

b) Konstitutif :

Menciptakan suatu keadaan baru

c) Declaratoir :

Menetapkan dan menerangkan keadaan hukum semata

d. Putusan serta merta (uitvoerbaar bij voraad)

Menurut surat edaran mahkamah agung no. 3 tahun 2000 dan pasal 180 ayat (1) hir, maka putusan serta merta dapat dijatuhkan apabila :

a) Gugatan didasarkan pada bukti surat authentik/tulis tangan yang tidak dibantah kebenarannya oleh pihak lawan

b) Gugatan hutang piutang yang jumlahnya sudah pasti dan tidak dibantah

c) Gugatan tentang sewa menyewa dimana hubungan sewa menyewa telah habis/penyewa melalaikan kewajibannya sebagai penyewa yang baik

d) Pokok gugatan mengenai tuntutan harta gono gini dan putusannya telah inkracht

e) Dikabulkannya gugatan provisionil dengan pertimbangan hukum yang tegas dan jelas serta memenuhi pasal 332 rv

f) Pokok sengketa mengenai bezitrecht

K. Upaya hukum :

Macamnya :

a. Biasa :

Terdiri dari :

a) Verzet

Dilakukan perlawanan oleh tergugat dalam perkara verstek (tergugat tidak hadir).

b) Banding

Diajukan 14 hari sejak putusan diumumkan/diberitahukan kepada pihak yang bersangkutan

c) Kasasi

Diajukan oleh para pihak yang berkepentingan baik lisan maupun tulisan dan diajukan 14 hari sejak putusan diberitahukan

Dasar alasan pengajuan kasasi :

Ø Tidak berwenang/melampaui batas wewenang

Ø Salah menerapkan/melanggar hukum yang berlaku

Ø Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian dengan batalnya putusan yang bersangkutan

b. Luar biasa :

Terdiri dari :

a) Peninjauan kembali

Tenggang waktu mengajukan adalah 6 bulan/180 hari sejak mengetahui apa yang menjadi alasan peninjauan kembali (hanya dapat diajukan satu kali)

Alasan :

Ø Apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan/tipu muslihat dari pihak lawan/keterangan saksi maupun surat-surat bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu

Ø Setelah perkara diputus ditemukan surat bukti yang bersifat menentukan (novum)

Ø Telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut/lebih dari apa yang dituntut

Ø Apabila mengenai suatu bagian dari tuntutan belum diputus tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya

Ø Apabila antara pihak yang sama mengenai soal yang sama, atas dasar yang sama, pengadilan yang sama maupun sama tingkatannya telah diberikan putusan yang satu dengan lainnya saling bertentangan

Ø Apabila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan hakim dan kekeliruan yang nyata

b) Derden verzet

Perlawanan pihak ketiga yang merasa dirugikan dengan suatu putusan pengadilan dan bukan pihak dalam perkara yang bersangkutan

Dikutip dari kompasiana.com

One thought on “Hukum Acara Perdata (Burgerlijk Procesrecht) yang penting untuk diketahui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s