4.000 Benih Lele Membusuk, Proyek Siapakah Itu..?


BANDA ACEH – Satsiun Karantina Ikan Kelas I Sultan Iskanda Muda (SKI SIM), Kamis (17/3) memusnahkan 4.000 benih ikan lele yang dipasok dari Yogyakarta via Bandara SIM pekan lalu. Awalnya SKI menolak melakukan hal itu terhadap ikan karena telah membusuk tersebut.

Kepala SKI SIM Saifullah STi MP mengatakan, 4.000 benih lele itu merupakan paket yang dibawa dari Yogyakarta ke Aceh menggunakan pesawat Lion Air. Oleh pengguna jasa, benih ini akan dibudidayakan di Banda Aceh. Berdasarkan regulasi yang berlaku, tiba di Bandara SIM, ikan yang masuk dilaporkan pemilik ke SKI dengan membawa dokumen ikan. Setelah diperiksa, ternyata 80 persen ikan tersebut telah rusak (busuk).

Sesuai kewenangan SKI yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Pasal 16 (a), SKI berhak menolak masuknya ikan tersebut disebabkan rusak, walaupun dokumennya telah dilengkapi. Setelah melalakukan penolakan, SKI melakukan pemusanahan dengan cara dibakar, pada Kamis (17/3) pukul 09.30 WIB, di SKI SIM, Ulee Kareng, Aceh Besar.

“Sebenarnya ada tiga cara pemusnahan antara lain secara mekanik, kimiawi dan dibakar. Kita lakukan cara yang paling sederhana yakni dengan membakar karena ikan tersebut telah rusak,” kata Saifullah.

Berdasarkan UU, stasiun karantina ikan adalah badan di bawah Kementrian Perikanan dan Kelautan RI yang bertugas memeriksa, memgamati, menahan, atau memusnahkan ikan, pakan ikan, dan plankton yang akan dibawa ke luar atau yang akan masuk ke Aceh. Sebelum dikirim melalui Bandara atau Pelabuhan, SKI memeriksa ikan untuk diidentifikasi apakah terjangkit HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina) seperti bakteri, parasit, virus dan jamur. Ini dilakukan agar penyakit itu tak menulari manusia atau makhluk lainnya di daerah tujuan pemasaran ikan.

Dikatakan, saat ini di Aceh baru ada tiga SKI yakni SKI SIM yang terletak di samping Bandara SIM, berdiri sejak 2004. Selain itu ada di pelabuhan Sabang, dan di Simeulue. SKI memeriksa sampel ikan yang akan dikirim ke luar negeri atau yang diimpor, maupun ikan yang dikirim dalam negeri (domistik), dari dan menuju Aceh.

Sumber: Serambi News.com

One thought on “4.000 Benih Lele Membusuk, Proyek Siapakah Itu..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s