Bank Penyewa Penagih Utang Harus Bertanggung Jawab


JAKARTA – Bank Indonesia meminta manajemen Citibank bertanggung jawab atas kasus kematian nasabah kartu kredit setelah bertemu dengan penagih utang mereka. Alasannya jelas. Para penagih utang atau debt collector itu bekerja atas nama Citibank sesuai dengan kontrak kerja kedua belah pihak. Apalagi Irzen Octa, nasabah itu, tewas di kantor Citibank.

“Mereka harus bertanggung jawab,” kata juru bicara Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah, kepada Tempo kemarin.

Difi mengutip aturan bank sentral yang menyatakan pihak ketiga adalah orang yang bertindak atas nama bank berdasarkan perjanjian dengan bank. Dengan demikian, segala tindakan yang dilakukan pihak ketiga menjadi tanggung jawab Citibank, termasuk konsekuensi hukumnya. Untuk itu, BI telah meminta Chief Executive Officer, Direktur Kepatuhan, dan Satuan Kerja Audit Internal Bank Citibank mengevaluasi kerja sama dengan pihak ketiga.

Ketua Persatuan Bank-bank Nasional, Sigit Pramono, mengatakan bahwa pihak ketiga hanya digunakan untuk menagih utang nasabah yang menunggak lebih dari tiga bulan. Jika terbukti terjadi pelanggaran etika, ia menyarankan bank segera memutus kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.

Sebagai kontrol, BI akan segera menerbitkan surat peringatan atas kelalaian pengawasan internal yang dilakukan Citibank. Surat peringatan ini merupakan produk pembinaan sekaligus instruksi untuk Citibank agar lebih menjamin keselamatan nasabah.

Irzen, 50 tahun, meninggal di kantor Citibank cabang Menara Jamsostek, Jakarta, Selasa pekan lalu. Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa itu diduga dianiaya lantaran mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak dari Rp 48 juta menjadi Rp 100 juta.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan pasal berlapis. Mereka akan dikenai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 2,8 tahun penjara, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 5,5 tahun bui, dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan hukuman 1 tahun penjara.

Asosiasi Kartu Kredit Indonesia menyatakan angkat tangan atas kasus yang menimpa anggotanya tersebut. Asosiasi tak dapat mencampuri kebijakan internal anggotanya. ”Kami berharap ini kasus pertama dan terakhir. Kami tak bisa mencampuri lebih jauh karena asosiasi hanya wadah,” kata Dewan Eksekutif Asosiasi, Dodit W. Probojakti.

Citibank memilih bersikap pasif dalam kasus ini. “Kami tetap menunggu hasil investigasi kepolisian terhadap agency kami,” ujar juru bicara Citibank, Ditta Amahorseya. Dia mengaku terus mendapat laporan dari polisi perihal kematian Irzen.

Namun Ditta menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab atas kasus itu. Citibank, kata dia, siap menghadapi tuntutan pidana bila keluarga Irzen melakukan upaya hukum. “Kami juga akan mengikuti jalur hukum,” tutur Ditta. “Kami tidak akan lari.”

Sumber: Koran Tempo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s