BI: Penagih dan Bank Bisa Kena Sanksi


Jakarta – Bank Indonesia (BI) menegaskan tanggung jawab penggunaan jasa penagihan hutang berada pada bank yang memakai jasa.

“Yang jelas, tanggung jawab akhir penagihan utang itu tanggung jawab banknya. Itu ada Undang-Undang nya,” kata Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/4).

Menurut Halim, BI sendiri telah mengeluarkan aturan untuk penggunaan jasa penagihan hutang bagi bank. “Jasa penagihan utang. Sebenarnya kami sudah membuat aturan jelas. Apabila ditagih pihak luar,” ungkap dia. “Tidak boleh ada kalimat kasar dan kekerasan fisik itu pasti.”

Lebih lanjut, Halim menegaskan Bank Indonesia akan memberikan sanksi administratif dan melaporkan secara pidana jika para penagih atau pihak bank melanggar aturan tersebut.

Belakangan ini, penggunaan jasa penagihan hutang bank mendapat sorotan tajam dalam kasus meninggalnya  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa. Irzen diduga tewas setelah dianiaya petugas penagih hutang kartu kredit dari Bank Citibank. Saat ini polisi telah menetapkan tiga tersangka.

Sumber: Primair Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s