Menggurita Mafia Tender di Instansi Pemerintah


JAKARTA–MICOM: Sebanyak 89% penyedia barang dan jasa pengusaha rekanan pemerintah diduga melakukan suap untuk memenangi tender. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Procurement Watch (IPW) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Program Director IPW Hayie Muhammad menyebutkan, pihaknya memberikan hasil survei yang dilakukan lembaganya itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Survei suap yang kami sampaikan kepada KPK bahwa ternyata menurut survei kami 92% penyedia barang dan jasa atau pengusaha rekanan pemerintah itu pernah melakukan penyuapan dalam mengikuti tender. Sebanyak 89% diantaranya melakukannya untuk memangi tender tersebut,” papar Hayie di Gedung KPK, Jumat (4/3).

Hayie pun mengungkapkan, pada hasil survey tersebut juga terungkap bawa inisiatif pemberian suap justru dilakukan oleh pejabat atau panitia pengadaan. Karena itulah, lantas kemudian, para responden yang merupakan penyedia barang dan jasa pemerintah yang berasal dari empat bidang usaha yakni jasa konstruksi, jasa konsultasi, barang, dan jasa lainnya itu mengaku hampir tidak mungkin mereka mememangkan tender tanpa melakukan suap.

“Yang menarik adalah 72% inisiatif dari pemberi suap itu berasal dari aparat pemerintah. Kemudian ketika kita tanyakan apakah mereka mungkin untuk mndapatkan tender tanpa melalui penyuapan, mereka (responden) mengatakan hampir tidak mungkin. Hampir tidak mungkin tidak memberikan suap untuk mendapatkan tender,” ungkapnya.

Atas hasil survei itulah, Hayie pun mengungkapkan bahwa pihaknya menilai bahwa maraknya upaya dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa ini sangat berat dan memprihatinkan. “Kami menganggap bahwa persoalan suap dalam pengadaan barang dan jasa ini sangat-sangat memprihatinkan dan sangat berat. Oleh karena itu segera dilakukan strategi khusus untuk pemberantasan korupsinya,” ujarnya

Pihaknya pun berharap agar KPK dapat membenahi peraturan yang ada terkait dengan pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintahan. “Kita memberikan rekomendasi bahwa agar KPK membenahi aturan paling tidak yang sekarang itu setingkat Peraturan Presiden ditingkatkan jadi undang-undang. Kemudian juga kita berharap bahwa setiap proses pengadaan barang dan jasa yang nilainya sangat besar itu dikawal oleh kpk,” jelasnya.

Ia menambahkan, KPK perlu pengawasan pada proyek-proyek tender, dengan nilai proyek di atas Rp40 miliar. Pengawasan itu dilakukan pada tahap-tahap strategis seperti penyusunan dokumen lelang, evaluasi, dan pengumuman pemenang.

Sumber: http://www.lkpp.go.id/v2/berita-detail.php?id=8118552473

6 thoughts on “Menggurita Mafia Tender di Instansi Pemerintah

  1. Bengkulu, 14 Feruari 2011

    ANTI KORUPSI NATIONAL CORRUPTION WATCH BENGKULU

    BALAI SDA SUMATRA VII BENGKULU DIDUGA SARANG KORUPSI RUGIKAN NEGARA MILYARAN

    Jika Aparat Kepolisian Pasif,Patut Dipertanyakan?

    Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Sumber Daya Air Balai Sumatra VII Bengkulu merupakan instansi yang bertanggungjawab langsung ke Pusat, Instansi ini mengelola dana APBN bidang; Rehab Irigasi, Rehab Rawa, Pengamanan Sungai Kritis, Pengamanan Pantai Kritis.

    Sebagai instansi pemerintah di lingkungan pekerjaan umum Balai Sumatra VII Bengkulu setiap tahunnya mengelola dana pembangunan APBN ratusan milyar rupiah, yang diperuntukkan Rehab Irigasi, Rehab Rawa, Pengamanan Sungai Kritis, Pengamanan Pantai Kritis, Namun sayang ditengah gencarnya pemberantasan tindak pidana KKN, justru menjadi sarang KKN.

    Dugaan KKN dilingkungan Balai Sumatra VII Bengkulu kini sudah dilaporkan AntiKorupsi ncwbengkulu ke aparat penegak hukum yaitu Polda dan Kejati Bengkulu, bahkan telah dilapor pula ke Kapolri, Kajagung, KPK dan Presiden RI.

    Ncwbengkulu prihatin melihat hasil pembangunan yang dilaksanakan Balai Sumatra VII Bengkulu tidak ada yang berkualitas indikasinya baru selesai dikerjakan sudah pada rusak, hingga masyarakat tidak dapat memanfaatkan pembangunan tersebut.

    Modus KKN di Lingkungan Balai Sumatra VII Bengkulu berawal dari pengarahan pemenangan tender proyek, dimana pihak balai sudah mempunyai kepercayaan kepada oknum kontraktor untuk sama-sama mengarahkan pemenang tender yang dikelolanya.
    Ternyata pemenang tender ini adalah orang lokal, ia meminjam perusahaan dari luar bengkulu untuk melakukan penawaran, ternyata pula perusahaan yang dipinjam itu hanya mempunyai kemampuan diatas kertas.

    Misalnya untuk mengerjakan rehab jaringan irigasi atau rehab jaringan rawa memerlukan peralatan, untuk kontrak yang bernilai < 5 milyar peralatan yang wajib disediakan adalah: minimal 4 unit Excapator, 1 unit Dozer, 1 unit Vibro, 2 unit Stemper Tangan, 2 unit Pompa Air 4”, 1 unit Vibro tangan, 2 unit Beton Molen, 1 unit Motor Greder, 10 unit Dum Truck, tenaga ahli S1 = 4 orang, D3. Sipil = 4 orang dan STM Bangunan= 4 orang.

    Selama ini terjadi tidak demikian. Duggan KKN di Lingkungan Balai Sumatra VII Bengkulu yang sudah dilaporkan ke penegak hukum adalah:
    1. Rehab Jar. Irigasi DI Air Lais Kurotidur APBN Rp.3.861.876.000,- PT. Yatchs Barokah
    2. Rehab Jar Rawa Paleh Muko-Muko APBN Rp.4.578.498.000,- PT.Roberto Saud Jaya
    3. Rehab Jar Irigasi DI Muko-Muko Kiri APBN Rp.6.661.330.000,- PT.Putra Hari Mandiri
    4. Pening. Jar. Irigasi Air Seluma APBN Rp.4.771.000.000,- PT. Trans Asia Jaya
    5. Rehab. Jar Irigasi Air Seluma APBN Rp. 1.595.937.000,- PT.Usaha Nata Lestari
    Total proyek APBN 2010 sebesar Rp.21.478.441.000,- dan perkiraan kerugian negara mencapai Rp. 6.443.532.000,-

    Hal ini tidak termasuk tahun 2006-2007-2008-2009 dugan korupsinya sama saja dengan saat ini. Diantaranya proyek ”Pengamanan Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu” yang menghabiskan dana sebesar Rp. 61 Milyar Rupiah.
    Proyek ini gagal pembangunan, awalnya diam-diam mengalihkan anggaran dari pengamanan pantai menjadi pembuatan dam wisata ”Marina” tetapi yang terjadi bukan dam malah tumpukan pasir, untuk kerugian mark-up material mencapai 15 milyar rupiah, belumkerugian gagal pembangunan. ncwbengkulu sangat prihatin korupsi di lingkungan di bengkulu terus meningkat.
    www//Drs. Iksannazir, SH–ncwbengkulu

    • Ada cara satu lagi yg bisa kita lakukan untuk membuktikan kebobrokan tsb. Minta dokumen kontraknya (kontrak sifatnya tdk rahsia), lalu uji kekuatan betonnya di laboratorium. Kalau hasilnya tdk sesuai dg spek, laporkan sbg pidana atau gugat class action ke pengadilan.

      Demikian masukan saya, semoga bermamfaat…

  2. Menurut difinisi Wikipedia: Mafia, juga dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia: Hal Kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilia dan Amerika Serikat.
    Mafia (kejahatan) awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orang di Sisilia masuki pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim). Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir
    Anggota Mafia disebut “mafioso”, yang berarti “pria terhormat”. Mafia melebarkan sayap ke Amerika Serikat melalui imigrasi pada abad ke-20. Kekuatan Mafia mencapai puncaknya di AS pada pertengahan abad ke-20, hingga rentetan penyelidikan FBI pada tahun 1970-an dan 1980-an agak mengurangi pengaruh mereka. Meski kejatuhannya, Mafia dan reputasinya telah tertanam di budaya populer Amerika,
    Istilah “mafia” kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada lembaga pemerintah RI untuk melakukan kejahatan terorganisir, di Indonesia yang melakukan kejahatan terorganisasi baik kejahatan secara umum yang melibatkan para preman maupun kejahatan “kerah putih” yang melibatkan para pejabat tinggi negara.
    Dan sudah jelas keberadaan mafia ini di Indonesia punya komunitas yang sangat luas, merugikan keuangan negara, sangat besar kontribusinya dalam memiskinkan rakyat Indonesia, dari definisi tersebut Mafia Tender Proyek adalah “Kejahatan”. Drs. Iksannazir, SH
    Ketua NCW Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s