Pepesan Kosong Janji Nego Ulang Bisnis Dengan China


Wakil Kadin: Defisit Akan Membengkak & Produsen Lokal Collapse

Negosiasi ulang kesepakatan bisnis dengan China makin jauh dari harapan. Produk lokal dinilai bakal makin tertelan derasnya impor barang Negeri Tirai Bambu.

Tim ekonomi SBY dinilai tidak bisa memanfaatkan kedatangan Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao untuk melakukan negosiasi bisnis terkait makin derasnya serbuan barang China ke dalam negeri.

Kejadian ini seolah mengulang kegagalan pemerintah Indonesia saat ingin melakukan negosiasi hambatan tarif bisnis di Turki. Saat itu, semua menteri ekonomi tiba-tiba enggan membicarakan peri­laku Turki yang kerap meng­ekspor tepung terigu asal Indo­nesia. Padahal, pada saat bersa­maan PM Turki Recep Tayip Erdogan da­tang ke Jakarta.

Ekonom senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Anggito Abimanyu tidak yakin dengan ke­­mampuan negosiasi pejabat Indo­nesia. Dia menegaskan, ga­gal­nya renegosiasi sebagai bukti bahwa pejabat Indonesia bukan­lah orang yang pandai da­lam ber­negosiasi.

“Pejabat Indo­ne­sia tidak ahli ne­gosiasi, jadi saya tidak yakin ki­ta bisa renegosiasi,” kata Ang­gito dalam acara diskusi ASEAN China Free Trade Agree­ment (AC­FTA) di Jakarta, belum lama ini.

Padahal, kata dia, semua men­­teri ekonomi, terke­cuali Men­­teri Perdagangan Mari Elka Panges­tu, sangat bersemangat agar dila­kukan nego ulang dengan China.

Direktur Jenderal Kerja sama Perdagangan Internasional Ke­menterian Perdagangan Gusmadi Bustami menegaskan, tidak akan ada pembahasan renegosiasi ACF­TA. Menurut Gusmadi, ke­datangan Wen Jiabao hanya un­tuk mem­bicarakan hubungan bi­lateral antara kedua negara, tak terkait negara lain seperti ASEAN.

Dia menyatakan, Indonesia dan China sepakat untuk lebih me­nyeim­bangkan perdagangan. Se­bab, selama ini, Indonesia me­nga­lami defisit perdagangan de­ngan China. Neraca perdagangan Indo­nesia dengan China menga­lami defisit sebesar 5,2-5,7 mi­liar dolar AS, tapi dengan negara lain surplus besar mencapai, yakni 26,1 miliar dolar AS.

Pemberlakuan ACFTA sejak 2010 mendorong impor Indone­sia naik dua kali lipat. Tapi, pe­ningkatan terbesar justru bukan dari China, melainkan dari Je­pang. Data Badan Pusat Sta­tistik (BPS) men­catat pertumbuhan im­por dari Jepang pada 2010 men­ca­pai 72,37 persen disusul Thai­land 62,35 persen, Taiwan 47,21 per­sen, Korea Sela­tan 46,88  per­sen dan China 45,93 persen.

Mari Pangestu mene­gaskan akan tetap melan­jut­kan kerja sama meskipun ada industri yang menghadapi per­saingan. Dengan cara mening­katkan daya saing, lanjutnya, ACFTA tidak akan direnegosiasi. “Untuk itu, vo­lume perdaga­ngan ekspor In­donesia ke China akan digenjot lagi agar mampu men­capai kese­imbangan perdaga­ngan,” kata Mari.

Namun, Wakil Ketua Umum  Kadin Indo­nesia Bidang Perdaga­ngan Natsir Mansyur mengaku sejak awal pemerintah tidak akan berani tegas dalam melakukan renegosiasi perjanjian perda­gangan dengan China. Termasuk soal perdagangan bebas atau ACFTA. “Mendag (Menteri Per­­­da­gangan) kita su­sah, selama ini jawaban peme­rintah norma­tif,” kritik Natsir.

Menurut dia, pemerintah Indo­nesia harusnya tegas me­revisi perjanjian perdagangan Indone­sia-China yang pernah dibuat di Yogyakarta. Sebab, bukti­nya sa­at ini Indonesia di­rugikan de­ngan banjirnya barang China. Janji ha­sil negosiasi bisnis dengan China juga cuma pepesan kosong.

Seperti diketahui, Perte­muan Komisi Bersama atau Joint Commission Meeting (JMC) ke-10 di Yogyakarta 3 April 2010 lalu, antara Mari Pangestu dan Menteri Perdagangan China Chen Deming membuahkan tu­juh kesepakatan terkait imple­mentasi ACFTA.

Yakni, komitmen pe­nguatan perdaga­ngan kedua ne­gara, se­pakat me­laksanakan im­plemen­tasi ACFTA, mengupa­yakan ke­seimbangan neraca perdaga­ngan, pembentukan ke­lompok kerja selama dua bulan kedua belah pi­hak, dukungan penda­naan kredit dan pinjaman lunak bagi sektor-sektor yang menjadi perhatian kedua pihak, mendu­kung pengembangan infra­struk­tur dan mendorong dialog bis­nis  kedua negara.

Sumber: http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=25792

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s