3 Sanksi dan Instruksi BI untuk Citibank


Jakarta -Setelah menggelar rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia akhirnya menjatuhkan tiga sanksi untuk Citibank.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Sistem Pembayaran dan Peredaran Uang, Budi Rochadi, mengatakan Citibank melanggar ketentuan internal bank. Selain itu, Citibank juga dianggap lemah menerapkan manajemen risiko.

Menurut Budi tiga sanksi itu meliputi:

1. Citibank dilarang menerima nasabah prioritas baru (Citigold) selama satu tahun. “Tapi untuk nasabah yang sudah ada tetap berjalan,” kata Budi, Jumat, 6 Mei 2011.

2. Citibank dilarang menerbitkan kartu kredit kepada nasabah baru selama dua tahun.

3. Citibank dilarang menggunakan jasa penagih utang alih daya (outsource) selama dua tahun.Selain menetapkan tiga sanksi tersebut, BI juga memberi rangkaian instruksi pada pengurus Citibank.

1. BI akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada pejabat eksekutif dan manajemen bank yang terkait.

2. BI menginstrusikan Citibank untuk menonaktifkan pejabat eksekutif bank yang terlibat kasus layanan prioritas (Citigold) dan kartu kredit sampai dengan tuntasnya uji kepatutan dan kelayakan tersebut.

3. BI meminta Citibank memberhentikan pegawai di bawah pejabat eksekutif yang terlibat langsung kasus layanan prioritas dan kartu kredit.

“Berapa pejabat yang diberhentikan akan kami hitung kembali. Kami punya daftar namanya. Kami akan lihat bersama dengan Citibank,” kata Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan Perbankan, Halim Alamsyah.

Budi mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Citibank telah dilakukan lebih dari tiga pekan. Dua pekan pertama digunakan untuk memeriksa Citibank. Setelah itu dilakukan konfirmasi pada Citibank selama satu pekan.

Ketentuan BI yang dilanggar oleh Citibank, menurut Budi, antara lain Peraturan Bank Indonesia No 11/25/PBI/2009 tentang penerapan manajemen risiko bagi bank umum.

Selain itu, BI juga menemukan pelanggaran dalam PBI 11/11/PBI/2009 dan Surat Edaran BI nomor 11/10/DASP mengenai penyelenggaraan kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu. “Standard Operating Procedure juga lemah,” kata Budi.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/05/06/brk,20110506-332728,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s