‘Tebar Pesona dengan Uang Rakyat’


Harian Aceh – Aktivis Antikorupsi Aceh menilai Aceh Fair yang digelar selama sepekan di Banda Aceh sebagai ajang tebar pesona Gubernur Aceh Irawandi Yusuf dengan menguras uang rakyat. Acara itu belum tentu dapat mengangkat PAD Aceh meski menghabiskan dana miliaran rupiah. Bahkan, berpotensi timbulnya tindak pidana korupsi.

“Kami menduga acara ini sengaja dibuat Pemerintah Aceh atau Gubernur Aceh sebagai momen menjelang pilkada. Ini untuk mempopulerkan diri dengan uang rakyat,” kata Koordinator GeRAK Aceh Askhalani kepada Harian Aceh, kemarin.

Aceh Fair, menurut dia, layak disebut kegiatan hura-hura karena pameran beragenda mempromosikan budaya dan UKM Aceh itu dilaksanakan tiba-tiba dan terkesan dipaksakan oleh Pemerintah Aceh. “Informasi yang kami dengar, pembukaan acara itu juga tidak dihadiri oleh seorang menteri pun. Padahal beberapa menteri sudah diundang untuk membuka kegiatan tersebut,” katanya.

Fakta tersebut, tambah dia, membuktikan bahwa Aceh Fair jauh berbeda dengan kegiatan-kegiatan level nasional dan internasional lain sebelumnya. Seperti Pekan Peradaban Nusantara I yang diadakan di DMDI Aceh, Diwana Cakra Donya, PKA, dan Aceh Internasional Expo yang mampu menghadirkan menteri, Wapres, hingga presiden. “Aceh Fair ini kepanitiaannya saja terkesan sangat eksklusif dan tertutup,”  sebut Askhalani.

Dia meminta petinggi Aceh untuk tidak membohongi masyarakat Aceh lagi dengan berbagai even menjelang pilkada yang menghabiskan anggaran publik Aceh. “Masih banyak yang perlu dibangun untuk kemaslahatan masyarakat Aceh, selain pameran. Yang perlu dipertanyakan juga apakah dengan Aceh Fair itu PAD Aceh akan meningkat?” tutur Askhalani.

Senada dikemukakan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian. Kata dia, pihaknya menduga Aceh Fair itu tidak lebih sebagai ajang tebar pesona. Dengan anggaran yang mencapai Rp2 miliar, lanjut dia, indikasi korupsi lebih dominan terjadi di acara itu daripada aspek manfaatnya untuk masyarakat Aceh. “Munculnya kegiatan-kegiatan ini dalam anggaran Aceh juga salah satu akibat dari lemahnya pengawasan di tingkat Legislatif Aceh saat pembahasan anggaran,” ujar Alfian.

Semestinya, kata Alfian, dalam melaksanakan sebuah kegiatan untuk menaikkan martabat Aceh di tingkat nasional atau dunia harus memikirkan aspek manfaatnya. “Tapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, kecuali mencari popularitas,” pungkasnya.

Sumber: http://harian-aceh.com/2011/05/09/%E2%80%98tebar-pesona-dengan-uang-rakyat%E2%80%99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s